Suasana lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Proyek perpanjangan runway atau landasan pacu pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, akan mulai dikerjakan tahun ini. Perpanjangan landasan pacu sepanjang 400 meter itu bakal menambah panjang runway menjadi total 3.400 meter dari sebelumnya 3.000 meter.

Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Wildasari Suradji, proses pengerjaannya masih menunggu penyelesaian dokumen izin pelaksanaan reklamasi pada Zona Lindung (L3) seluas 12,15 hektar dari total 47,9 hektar yang direncanakan. Izin luas 12,15 hektar merupakan tambahan dari izin sebelumnya yang sudah keluar seluas 35.75 hektar. “Tahun ini konstruksi. Kita menunggu L3 rampung 100 persen, setelah itu baru bisa bangun runway yang hanya bisa dikerjakan saat bandara tutup,” ujarnya beberapa hari lalu.

Bandara Ngurah Rai memang hanya bisa dilakukan perpanjangan runway, bukan penambahan atau membuat double runway. Sebab, kawasan Bandara Ngurah Rai sudah tidak bisa memiliki runway kedua. Hal itu disebabkan dari sisi lokasi tidak ada tempat lagi. Kalau dipaksakan menjadi dua runway, tentu bisa mengganggu lokasi pariwisata di sekitarnya. “Dari segi lingkungan tidak memungkinkan untuk menambah satu runway lagi, hanya bisa memperpanjang ke arah barat,” ucapnya.

Menurutnya, kalau tahun ini runway tidak diperpanjang dan rapid exit taxiway (RET) tidak dibangun, pergerakan pesawat tidak bisa ditambah. Dengan demikian jumlah wisatawan tidak bisa ditingkatkan. Namun, runway dan RET bukan satu-satunya permasalahan yang dihadapi saat ini. Memudahkan orang keluar dari bandara menuju tujuannya, mencari transportasi darat dan keluar dari kemacetan juga menjadi PR bagi AP 1.

Terkait perpanjangan runway, sudah dilakukan kajian, seperti keberadaan terumbu karang yang ada di sana yang rata-rata sudah tidak berfungsi lagi. “Yang jelas terumbu karang yang sekarang masih aman selama dilakukan penambahan runway,” katanya saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan ACI Customer Experience Global Summit.

Tahun ini, Angkasa Pura I dipercaya Lembaga Kebandarudaraan Dunia, Airports Council International (ACI) World, untuk menjadi tuan rumah pelayanan ACI Customer Experience Global Summit yang akan diselenggarakan 2-5 September 2019 di Bali. Penyelenggaraan ACI Customer Experience Global Summit 2019 merupakan yang kedua setelah tahun lalu di Halifax, Nova Scotia, Kanada.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendatangkan lebih dari 400 delegasi dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi praktik bisnis terbaik (best practice) di industri ini dalam memberikan pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih baik di bandara. Kegiatan ini terdiri atas tiga bagian, yaitu forum internasional Airport Service Quality (ASQ), Customer Global Summit dan seremonial penganugerahan penghargaan prestisius ASQ Awards. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.