SINGARAJA, BALIPOST.com – Di awal tahun ini, sebanyak 76 orang pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng menjalani mutasi, Jumat (19/1). Mereka itu merupakan pejabat eselon II, III dan eselon IV.

Dari mutasi ini, jabatan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) lowong. Ini karena, pemkab krisis stok pejabat yang memiliki pangkat yang sesuai.

Untuk pejabat eselon II, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Kadiskpora) Gede Suyasa ditarik untuk menduduki jabatan Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng. Sebagai Kadisdikpora ditunjuk Gede Dharmaja yang lama memangku jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang).

Jabatan itu selanjutnya diberikan kepada Nyoman Genep yang belum ada setahun menjabat Kadistan. Jabatan ditinggalkan Nyoman Genep untuk sementara dibiarkan lowong.

Sementara, Made Arya Sukerta yang menjabat Asisten Administrasi Pemerintahan Sekkab Buleleng dimutasi mengganti Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak, dr. Made Sukarmini. Jabatan yang ditinggalkan Arya Sukerta kemudian diserahkan kepada Putu Karuna yang selama ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Sastu Pintu.

Putu Artawan yang selama ini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pindu. Jabatan yang ditinggalkan Artawan kemudian diberikan pada dr. Made Sukarmini.

Sementara itu, Ni Komang Surattini yang dua tahun memangku jabatan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) akhirnya baru dinyatakan definitif. Dia sebelumnya terpilih dalam lelang jabatan, namun karena belum memiliki masa jabatan kepala dinas, sehingga penetapannya ditunda.

Sementara mutasi pejabat eselon IIIA (camat) nama Made Supartawan yang belum ada setahun menjabat Camat Busungbiu dimutasi sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan dan Humas Sekretariat DPRD Buleleng. Jabatan camat yang ditinggalkan Supartawan kemudian diserahkan kepada I Gede Putra Aryana.

Selain itu, Camat Buleleng Dewa Made Ardika dimutasi menjadi Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekkab Buleleng mengganti Made Sudama Diana. Jabatan yang ditinggalkan Ardika digantikan oleh Gede Dody Sukma Oktiva Askara yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Kubutambahan.

Baca juga:  Kapolda Bali Siapkan Posisi Strategis Untuk Polwan

Sementara, Sudama Diana digeser menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata menggantikan Ketut Arjana yang kini ditunjuk Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng. Selain itu, nama Cokorda Adithya Wira Putra Yudha yang sebelumnya memangku jabatan Kabid Pengelolaan Kumunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosandi) ditugaskan menjadi Sekretaris Kecamatan Banjar.

Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P mengatakan, mutasi ini sebanarnya dijadwalkan Juni 2019, namun terpaksa dimajukan. Ini karena selain ada pejabat memasuki persiapan pensiun, ada juga karena pengisian jabatan yang telah lama kosong.

Meski demikian, Bupati memastikan mutasi ini tidak ada maksud suka atau tidak suka, tetapi pergeseran ini penyegaran sekaligus memberi ruang karier dan adu inovasi dalam menjabarkan kebijakan pemerintah. Setelah ini, Bupati menyebut mutasi susulan akan kembali dilakukan.

Ini karena memasuki April sampai Juni 2019, pejabatnya banyak yang pensiun. Untuk itu, pihkanya menginstruksikan kepada pejabat mempersiapkan diri dan bersaing dengan sehat dalam meningkatkan kinerja, sehingga dalam mutasi yang akan datang, bisa memangku jabatan yang lowong.

Terkait jabatan Kepala Distan yang belum diisi, Bupati menjamin tidak akan menganggu penjabaran program yang focus di sektor pertanian mulai 2019. Ini arena, pihkanya menugaskan Pelaksana tugas (Plt) Made Sumiarta yang memiliki kemampuan di sektor pertanian.

Selanjutnya, pemerintah akan mempersiapkan seleksi lelang jabatan Kepala Distan yang dijadwalkan pada Juni 2019 sudah menghasilkan pejabat definitif dan memiliki kualifikasi yang layak. “Pertimbangan mengapa Pak Genep ke Bappeda-Litbang ya dia memiliki pengalaman di perencanaan. Sementara, Distan walau sekarang kosong tapi orang yang tahu pertanian saya tugaskan Plt di sana menunggu pejabat definitif yang kita lelang Juni mendatang,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.