Ketua tim penggerak PKK provinsi Bali ibu Putri Suastini Koster meninjau mobil pelayanan IVA test usai pembukaan gebyar deteksi dini kanker serviks, dan payudara melalui IVA test dan Sadanis di wantilan gedung pers Bali Ketut Nadha, Jumat (9/11). (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama Kelompok Media Bali Post menggelar Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara melalui IVA test dan sadanis(pemeriksaan payudara klinis) pada Jumat (9/11) di Gedung Pers Ketut Nadha, Jalan Kebo Iwa.

Acara tersebut dihadiri PKK seluruh Bali dan masyarakat umum. Acara berlangsung semarak dengan penampilan dari beberapa penyanyi Bali. Selain pemeriksaan IVA juga dilakukan donor darah.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putu Putri Suastini Koster mengatakan, banyak yang bisa dilakukan oleh ibu – ibu PKK di seluruh Bali. Salah satunya adalah turut serta menyehatkan dan mengantisipasi agar ibu – ibu, Bali serta perempuan yang ada di Bali sehat, karena jika ibu sehat, keluarga pun kuat.

Kata Putri Suastini, ibu adalah penjaga benteng, pertahanan terakhir dari negara RI. “Apa jadinya kalau ibu sakit. Oleh karenanya, menjadi tugas utama kita untuk terus tetap menjaga kesehatan sesama, kesehatan kaum perempuan. Tidak peduli masih usia emas atau lanjut usia, tugas kita bersama,” ujarnya.

Tugas utama PKK adalah mensejahterakan keluarga. Terdiri dari anak usia 0 – 6 tahun di usia emas dan usia lanjut. Ini perlu perlu mendapat perhatian dan penjagaan bersama.

Ia berharap gerakan ini agar disiarkan dan disebarluaskan pada masyarakat, bahwa deteksi dini kanker serviks sangat penting. “Karena itu penyakit masa kini. Kalau dulu jarang kita dengar,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM.mengatakan, pemeriksaan IVA tes dan sadanis akan terus digencarkan, sebagai upaya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Capaian deteksi dini kanker serviks dan payudara di Bali sampai dengan Maret 2018, masih tertinggi di Indonesia. Secara nasional capaian IVA tes hanya 6 persen, sedangkan Bali 26,6 persen dari seluruh sasaran wanita usia 30 – 50 tahun. Jumlah wanita usia sasaran di Bali lebih dari 600.000.

Baca juga:  KMB-STIKOSA AWS Surabaya MoU Cetak Wartawan Handal, Aktif, dan Inovatif

Dari 26,6 persen itu memang pada awal pemeriksaan dilakukan pada beberapa tahun yang lalu, wanita yang positif kanker serviks cukup besar sekitar 10 persen. Tapi tahun 2018 sudah turun, presentasenya antara 1-2 persen. Untuk wanita yang positif kanker serviks, ada pemeriksaan lanjutan. Namun jika ada yang positif saat tes IVA, akan langsung diberikan kriyo terapi. Sehingga upaya ini akan mencegah untuk terjadinya kanker serviks.

“Kita masuk terkecil karena kita paling aktif beberapa tahun ini, kita sudah terus melakukan IVA tes, dan kita akan terus menggencarkan gerakan ini, menyasar seluruh wanita pada kisaran usia itu untuk melakukan deteksi, mencegah terjadinya kanker serviks dan payudara,” ungkapnya.

Gerakan ini dilaksanakan dalam rangka HKN yang jatuh pada 12 November. Untuk itu gebyar IVA tes dan sadanis akan dilaksanakan ke seluruh Bali dengan menyasar 6.000 wanita. Sementara untuk kegiatan IVA tes dan sadanis yang dilakukan pada hari itu ditargetkan 500 wanita bisa diperiksa.

Ia berharap, tahun 2019 paling tidak 80 persen wanita Indonesia harus sudah dilakukan IVA tes. Sehingga dengan demikian upaya pencegahan akan lebih cepat.  Untuk itu perlu upaya sosialisasi informasi untuk peningkatan pemahaman dan upaya – upaya pencegahan yang lainnya, termasuk pemeriksaan IVA ini.(citta maya/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.