Asisten 1 Setda Tabanan I Wayan Yatnanadi, menjelaskan terkait progress shortcut, Selasa (2/10). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Rencana pembangunan shortcut jembatan Tukad Yeh Otan yang menghubungkan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dan Desa Antosari, kecamatan Selemadeg Barat mulai dilakukan. Di tahun 2018 ini, dari tim persiapan yang diketuai oleh asisten 1 Setda Tabanan I Wayan Yatnanadi, Selasa (2/10) telah dilakukan konsultasi publik dalam rangka persiapan pembangunan shortcut keempat di Kabupaten Tabanan ini khususnya terkait pembebasan lahan, di Kantor Desa Bajera, Selemadeg.

Hasilnya, masyarakat sudah sepakat untuk melepas lahan yang terkena dampak proyek jalan nasional ini. Dan telah dikuatkan dengan berita acara kesepakatan. “Pada intinya mereka setuju dengan pelaksanaan shortcut tersebut, dan setuju lahan mereka digunakan,” terang Yatnanadi.

Untuk di dua desa tersebut dari data yang dihimpun, ada sejumlah lahan yang akan digunakan, diantaranya lahan perumahan, toko dan kebun, dari 12 warga pemilik lahan. Diterangkan oleh Yatnanadi, untuk proyek shortcut ini ada dua proses yang harus dilalui yakni proses persiapan dan proses pengadaan tanah.

Baca juga:  Gubernur Kebut 10 Titik Shortcut ke Buleleng

Hasil dari tim proses persiapan telah menghasilkan berita acara kesepakatan pembebasan lahan yang nantinya hasil kesepakatan tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Tabanan untuk selanjutnya menetapkan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP). “Setelah itu baru akan dibentuk panitia pengadaan yang ketuanya kepala BPN Tabanan, karena luas lahannya di bawah 1 hektare,” ucapnya.

Dipastikan setelah berbagai tahapan telah dilakukan, kemungkinan di 2019 pembangunan shortcut jembatan Tukad Yeh Otan sudah mulai bisa dikerjakan.

Untuk diketahui, pembangunan shortcut keempat ini merupakan proyek pemerintah pusat yang sepenuhnya akan dibiayai oleh APBN. Adapun panjang jalan pintas di jembatan Tukad Yeh Otan tersebut diperkirakan sekitar 100 meter.

Keberadaan jalur pintas di Yeh Otan ini dipercaya dapat memperlancar akses transportasi dari Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya. Pasalnya di jalur tersebut merupakan jalur tengkorak yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena tikungan tajam dan jalan menurun. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.