Gedung berlantai dua di Kantor Camat Tembuku yang kini dikosongkan lantaran mengalami keretakan pasca diguncang gempa beberapa waktu lalu. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Satu ruangan di Kantor Camat Tembuku yang selama ini difungsikan sebagai tempat administrasi dan pelayanan masyarakat, terpaksa dikosongkan sejak lebih dari sebulan terakhir. Hal itu dilakukan lantaran gedung bertingkat yang lokasinya berada di tengah areal kantor mengalami retak di sejumlah bagian pasca diguncang gempa beberapa waktu lalu.

Camat Tembuku Dewa Agung Purnama saat dikonfirmasi mengatakan sampai Kamis (20/9), ruangan tersebut masih dikosongkan. Pihaknya selama ini sengaja mengosongkan gedung berlantai dua tersebut lantaran khawatir dengan kondisi bangunan yang mengalami keretakan di sejumlah bagian akibat diguncang gempa. “Kami khawatir dengan dampak gempa susulan, karena gempa yang terakhir mengakibatkan gedung mengalami retak. Untuk mengantisipasi biar tidak ada korban saat gempa terjadi kembali, kami terpaksa pindah ke gedung yang ada di barat,” jelasnya.

Baca juga:  Diduga Karena Gempa, Sejumlah Sisi Patung Dewa Ruci Alami Keretakan

Dikatakan Dewa Agung Purnama, gedung di barat yang sementara ini ditempatinya untuk untuk ruang camat, administrasi kantor dan pelayanan, merupakan gedung lama. Gedung berlantai satu ini sudah ada sebelum gedung berlantai dua yang kini retak tersebut dibangun. Meski gedung lama, namun kondisinya diakui masih cukup layak dan muat untuk ditempati. “Gedung lantai dua yang retak sekarang ini dibangun sekitar tahun 2011-an. Sebelum saya tugas di sana, gedung tersebut sudah ada,” ujarnya.

Terkait dikosongkannya satu unit gedung yang mengalami retak akibat gempa, pihaknya mengaku sudah menyampaikannya ke Sekda Bangli. Pihaknya juga berencana akan berkoordinasi dengan Dinas PUTRPerkim untuk memberikan kajian teknis terkait layak dan tidaknya gedung tersebut ditempati. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.