BANGLI, BALIPOST.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 tingkat kabupaten di kantor KPU setempat Jumat (6/7). Dalam rapat pleno yang digelar secara terbuka tersebut, ditetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1 Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati unggul dengan perolehan suara 96.327.

Sedangkan pasangan calon nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra-Ketut Sudikerta hanya meraih 48.917 suara. Rapat pleno yang dijaga ketat aparat kepolisian itu, dihadiri Panwaslu Bangli, unsur Muspida, saksi dari kedua pasangan calon, serta undangan lainnya.

Secara rinci disebutkan bahwa perolehan suara paslon 1 untuk di Kecamatan Bangli sebanyak 21.060, di Kecamatan Kintamani 42.075 suara, di Kecamatan Susut 18.575 suara dan di Kecamatan Tembuku 14.617 suara. Sementara Paslon nomor urut 2, berhasil meraup 11.768 suara di Kecamatan Bangli 16.302 di Kecamatan Kintamani, 11.059 suara di Kecamatan Susut dan 9.788 suara di Kecamatan Tembuku.

Total suara sah dalam Pilgub tahun ini tercatat sebanyak 145.244, sementara suara tidak sah 2.504. Dari total jumlah pemilih (pemilih dalam DPT, DPPh dan DPTb/KTP-el/Surat Keterangan) 185.259 orang, yang menggunakan hak pilih sebanyak 147.748 orang. Disebutkan juga dalam rapat pleno kemarin bahwa dari total 72 pemilih disabilitas/penyandang cacat yang menggunakan hak pilihnya hanya 49 orang.

Baca juga:  Pilgub Bali, Partisipasi Pemilih di Tabanan Capai 82,5 Persen

Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan saat ditemui usai memimpin rapat pleno kemarin mengatakan dengan telah dilaksanakannya rapat pleno pleno rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 tingkat kabupaten, berakhir sudah tahapan Pilgub di kabupaten Bangli. Hasil pleno di tingkat kabupaten ini selanjutnya akan dibawa ke KPU Provinsi untuk diplenokan.

Dikatakan Lidartawan bahwa meski target partisipasi pemilih dalam Pilgub kali ini nyaris mendekati target 80 persen, namun pihaknya tidak mau berpuas diri. KPU Bangli tetap akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal, salah satunya soal banyaknya pemilih penyandang disabilitas yang tidak hadir di TPS.

“Ini harus dikaji. Kenapa bisa demikian, apa karena mereka sakit sehingga tidak bisa datang ke TPS atau ada beberapa TPS kita yang tidak ramah disabilitas?,” kata Lidartawan.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengevaluasi soal masih adanya ribuan suara tidak sah. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.