Buah-buahan tidak boleh dikonsumsi berlebihan. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Mengantisipasi kebutuhan pangan saat IMF-WB Annual Meeting (AM), Bali Hotel Association (BHA) telah berkoordinasi dengan vendor yang biasa diajak bekerjasama. Selain itu, BHA juga meminta Pemerintah daerah (Pemda) yang selama ini mengkoordinir pasokan komoditi lokal, agar menyiapkan stok 3-4 kali dari hari biasanya.

“Kebutuhan pangan yang disiapkan untuk IMF-WB, sama seperti kebutuhan tamu yang ada sekarang (tamu regular),” kata Gede Ricky Sukarta, Ketua BHA Bali Gede Ricky Sukarta Kamis (12/4).

Hingga saat ini belum ada keperluan ekstra di luar yang sudah disiapkan hotel. Mengingat tamu yang ada saat ini, merupakan tamu internasional.

Kebutuhan untuk tamu IMF-WB juga sama, hanya saja jumlahnya yang diantisipasi. Oleh karena itu, dikatakan hotel telah berkoordinasi dengan vendor-vendor yang biasa menyediakan bahan baku pangan sehari-hari, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat IMF WB. “Malah ada beberapa hotel yang sudah melakukan food testing dan disetujui. Artinya kebutuhan itu betul-betul yang sudah kita provide,” imbuhnya.

Vendor-vendor tersebut merupakan vendor yang sudah biasa diajak bekerjasama. Seperti daging dari Australia dan keju dari Perancis.

Sementara supplai bahan baku pangan dari lokal seperti sayuran, bumbu-bumbuan, buah dipesan secara rutin. Ia minta kepada pemda yang mengkoordinir pasokan dari petani lokal ini agar menyiapkan stok 3-4 kali lipat dari hari normal. “Kita minta antisipasi jumlah atau lonjakan kebutuhan tamu selama IMF-WB,” ujarnya.

Baca juga:  Mendag Keluarkan Izin Impor Garam 75.000 Ton

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, MM mengatakan, ketersediaan beras, daging sapi dan ayam cukup. Apalagi bulan Oktober merupakan musim panen sehingga diprediksi stok beras mencukupi.

Berdasarkan data tahun 2017, ketersediaan beras 470.151 ton, ikan dan udang segar 176.899 ton, daging sapi/kerbau 7.327 ton, daging ayam ras/kampung 96.275 ton, telur ayam ras/kampung 50.975 ton, bawang merah 20.508 ton, bawang putih 424 ton, cabai merah 12.765 ton, cabai rawit 51.405 ton, pisang 283.113 ton, dll.

Sehingga dilihat dari konsumsi bahan pangan tersebut, hanya bawang putih dan terlur ayam ras/kampung yang masih kekurangan stok. “Yang diantisipasi hanya kebutuhan bawang putih. Karena kebutuhan bawang putih 6.380 ton per tahun, sedangkan ketersediaannya 424 ton. Maka solusi yang diambil adalah impor dari negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu kebutuhan kentang, susu, dan keju mengantisipasi lonjakan kebutuhan saat IMF-WB, telah dikoordinasikan dengan Malang. Selain kentang, yang diantisipasi juga adalah buah-buahan seperti melon, semangka dan nanas.

Kebutuhan daging sapi diakui tidak banyak diserap hotel. Biasanya daging sapi digunakan untuk steak sedangkan untuk barbeque, hotel umumnya mengimpor.

Untuk menjaga citra pariwisata dari sisi pangan, setiap hotel yang memasok bahan baku dari luar diharapkan berkoordinasi terkait keamanan pangannya.(Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.