Sejumlah anak-anak mengarak ogoh-ogoh atau boneka raksasa dalam rangkaian parade menyambut Hari Raya Nyepi di Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/3). Parade tahunan yang diikuti siswa taman kanak-kanak se-Kota Denpasar tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan pendidikan budaya Bali sejak usia dini. (ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Aura perayaan Hari Raya Nyepi terutama sat mengarak ogoh-ogoh tidak saja dirasakan oleh kalangan remaja dan dewasa. Anak-anak pun sangat antusias ketika malam pengerupukan menjelang dengan mengarak ogoh-ogoh mini.

Biasanya, ogoh-ogoh mini didapatkan dari membeli ditempat-tempat tertentu yang sejak beberapa tahun belakangan cukup marak bermunculan. Namun tahun ini, antusiasme anak-anak membeli ogoh-ogoh mini nampak mulai turun. Hal ini dibuktikan dengan lesunya penjualan ogoh-ogoh mini.

Seperti yang diakui penjual Ogoh-ogoh di kawasan Jl. Raya Sempidi, Kabupaten Badung, Bali, yang mengakui penjualan menurun selang 10 hari menjelang perayaan Hari Raya Suci Catur Brata Penyepian Tahun Baru Saka 1940.

“Memang tahun ini terasa berbeda, penjualan Ogoh-ogoh menurun di tahun ini, beda ketika perayaan Nyepi tahun lalu. Saya percaya, rezeki memang ada yang mengatur,” kata Pemilik Toko “Ogoh-ogoh” di Sempidi, Siluh Ayati, seperti dikutip Antara. Ia tetap berharap dagangannya akan semakin membaik mendekati ‘hari H’ Nyepi.

Baca juga:  Amankan Pangerupukan, Ini Dilakukan Polres Badung

Ogoh-ogoh berukuran mini, biasanya terbuat dari stereoform dan dijual dengan harga bervariasi. Di sebuah situs belanja online,  ogoh-ogoh mini harganya berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.