puskesmas
Salah satu pasien mendaftar di depan, setelah menunggu berjam-jam di lobi Puskesmas Karangasem I. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Puskesmas Karangasem I kini memiliki gedung baru. Masyarakat juga semakin nyaman untuk berobat. Tetapi, pasien yang datang semakin membludak. Sementara tenaga dokternya masih kurang.

Kekurangan tenaga dokter membuat pelayanan sedikit pincang. Membludaknya pasien membuat mereka harus rela mengantre hingga berjam-jam. Setelah ditelusuri, ternyata dokter di Puskesmas Karangasem I hanya ada dua dokter di Poli Umum dan Poli UGD.

Dokter di Poli Umum, dr. Komang Wirya, nampak harus rela mondar-mandir ke Poli Lansia. Ini karena bagian Poli Lansia masih kosong. “Saya datang jam 10 tadi, nunggu hampir dua jam sebelum mendaftar dan mendapat pelayanan,” kata salah satu pasien, Made Arta.

Kepala Puskesmas Karangasem I dr. Ni Luh Panca Parwitasari, dihubungi Kamis (1/3), mengatakan Poli Lansia sebelumnya sudah ada tenaga dokter. Namun, dokter yang sebelumnya bertugas di sana, yakni dr. Ni Kadek Ratnasari Agustini, di mutasi ke Puskesmas Abang I sejak sepekan lalu.

“Disini ada tiga poli, masing-masing Poli Umum, Poli Lansia dan Poli UGD. Dulu setiap poli sudah ada dokternya. Tetapi, mutasi terakhir satu dokter kami dipindah ke Puskesmas Abang I. Tetapi, belum ada penggantinya. Sekarang terpaksa, dokter di Poli Umum merangkap tugas di Poli Lansia. Sehingga, agak sedikit krodit,” kata dr. Panca Parwitasari.

Dia mengakui, kekosongan di Poli Lansia memang cukup membuat krodit. Sehingga, cukup mengganggu pelayanan. Pasien harus menunggu sedikit lebih lama, karena satu dokter harus melayani dua poli sekaligus.

Baca juga:  Gianyar Kekurangan SMP Negeri, Permendagri Belum Bisa Diterapkan Penuh

dr. Panca Parwitasari mengaku tak tahu, apakah akan ada penggantinya atau tidak. Sejauh ini dia mengaku persoalan di lapangan sedikit teratasi. Cuma, melihat tren membludaknya pasien semakin meningkat, dia khawatir situasi ini akan mengganggu pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. Ida Bagus Putra Partama, dihubungi Kamis (1/3) lalu, mengakui satu dokter poli di Puskesmas Karangasem I telah dimutasi. Tetapi, dia menegaskan kebijakan itu untuk menciptakan pemerataan tenaga dokter di seluruh puskesmas yang ada. Menurutnya, idealnya setiap puskesmas ada dua dokter.

Sementara untuk puskesmas rawat inap minimal ada empat dokter. “Pemerataan pembangunan kesehatan tidak harus di kota saja. Aturannya sudah ada. Puskesmas rawat jalan dua dokter, sedangkan rawat inap standarnya empat dokter dengan memperhatikan jumlah penduduk,” katanya

Meski demikian, melihat realita yang ada, bahwa pasien tiap harinya sangat membludak, pihaknya akan membicarakannya lebih jauh dengan Kepala Puskesmas Karangasem I. Sebab, tenaga dokter yang ada saat ini juga terbatas.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dihubungi Kamis (1/3), juga menyampaikan akan membicarakan persoalan ini dengan Dinas Kesehatan. Tidak hanya mengenai persoalan di Puskesmas Karangasem I, tetapi juga persoalan pelayanan puskesmas yang ada di seluruh Karangasem. Intinya, tidak boleh ada yang menganggu pelayanan. (bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.