Ratusan ternak ayam diterjang banjir lumpur, Kamis (1/2). (BP/ist)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat menimbulkan kerusakan Infrakstruktur dan kerugian material lainnya, Kamis (1/2) siang. Di sejumlah tempat terjadi banjir, kerusakan akses jalan, pohon tumbang hingga tanah longsor. Bahkan, di Banjar Dinas Pegubugan, Desa Duda, Kecamatan Selat, ratusan ternak ayam warga mati diterjang banjir bercampur lumpur.

Tempat ternak warga milik I Wayan Buncing ini, ada di Bantaran Tukad Sabuh, yang tembus ke wilayah Banjar Bambang Biaung. Setelah air surut, nampak ratusan bangkai ayam, di tempat ternak tersebut. Hingga kini, baik pemiliknya maupun dinas terkait belum melakukan tindaklanjut. “Segera akan dibuatkan laporan ke Dinas Peternakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa.

Hujan lebat di Karangasem, juga menimbulkan kerusakan pura. Yakni, Pura Tirta Kelebutan di sekitar Tukad Yeh Sah, Desa Muncan. Pura ini langsung disapu banjir dari sungai yang berhulu langsung ke Gunung Agung ini.

Di tempat lain, akses jembatan darurat yang menghubungkan Banjar Dinas Geriana Kangin dengan Geriana Kauh di Desa Duda, juga terputus. Jembatan bambu yang dibangun dari swadaya masyarakat untuk akses jalan anak-anak setempat bersekolah ini, terputus setelah volume air membesar dari hulu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tetapi, untuk menuju ke lokasi kini harus kembali memutar mencari jalan lain.

Beda lagi dampak lainnya yang terjadi di Banjar Babakan, Desa Peringsari, Kecamatan Selat. Perbekel Peringsari, Wayan Bawa mengatakan hujan lebat sepanjang hari mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor yang menimpa rumah I Gusti Gede Karang hingga rusak parah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga:  Hotel Dilarang Gelar "Party" saat Nyepi

Tetapi, kejadian ini membuat pemilik rumah masih waswas dengan kejadian serupa di sekitar rumahnya. “Longsor juga terjadi di Padang Tunggal Kauh, menimpa merajan alit I Wayan Samplangan,” kata Perbekel Duda, I Gusti Agung Giri.

Kerusakan merajan ini cukup parah. Sebagian merajan Wayan Samplangan ini, amblas, hingga menyisakan satu palinggih saja. Pemiliknya nampak shock dengan kejadian ini. Sebab, untuk memperbaikinya lagi, tentu butuh anggaran cukup besar, baik secara sekala maupun niskala. “Bencana longsor hingga merusak fasilitas masyarakat agar segera dilaporkan secara tertulis dan selanjutnya pengajuan proposal untuk mendapatkan bantuan stimulan,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa.

Informasi lainnya di Banjar Dinas Kebon, Desa Tumbu, pohon tumbang juga melintang di tengah jalan. Masyarakat yang hendak melintas, diminta sebaiknya mencari akses jalan lain, sebelum dampak bencana tertangani. Demikian juga sejumlah titik di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat.

Arimbawa menegaskan, masih mendata dampak hujan lebat ini secara keseluruhan di Karangasem. Sebab, laporan dampak bencana cukup banyak masuk hampir dari seluruh kecamatan. Dia meminta warga agar tetap waspada. Melihat kondisi situasi saat ini, dia menyarankan agar berhati-hati di jalan. Khususnya, saat lewat di jalan yang sangat dekat dengan tebing. (Bagiarta/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.