Wisatawan bersiap menyeberang ke Gili Trawangan dari Pelabuhan Rakyat Padangbai. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat disertai angin masih terjadi di Karangasem. Angin kencang kerap memicu gelombang tinggi, hingga membuat aktivitas penyeberangan terganggu.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Rakyat Padangbai, dalam situasi normal, ada belasan kapal yang melakukan penyeberangan. Tetapi, dalam seminggu terakhir hanya satu kapal yang melakukan penyeberangan.

Kondisi ini diakui Kasat Polair Polres Karangasem, AKP I Made Wartama, usai melakukan patroli laut di kawasan Padangbai hingga Seraya, Selasa (30/1). Ia mengatakan saat pagi, gelombang cukup tenang. Tetapi menjelang siang hingga sore, gelombang semakin tinggi.

Situasi ini sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Boat-boat kecil yang biasa melayani penyeberangan Padangbai-Gili Trawangan, memilih tak beraktivitas. “Kalau dari kapal besar, rute penyebrangan Pelabuhan Padangbai-Lembar, cukup banyak kapal yang beraktivitas. Tetapi, kalau dari Pelabuhan Rakyat, cuma ada satu kapal fast boat saja,” katanya.

Baca juga:  "Tulamben Jukung Race" Sukses Pikat Wisatawan

Kapal cepat itu Boat Eka Jaya. Setiap harinya, biasanya ada sekitar 15 boat yang beroperasi di Pelabuhan Rakyat Padangbai. Kapasitasnya bermacam-macam. Ada yang hanya 35 orang seperti Boat Gili Cat II, ada 60 orang, 175 orang dan tertinggi kapasitasnya adalah Boat Eka Jaya 23 dengan kapasitas 230 penumpang. Kapasitas Boat Eka Jaya 23 ini, melebihi Kapal Roro Nusa Jaya Abadi (Jalur Padangbai-Nusa Penida).

Boat-boat ini melayani penyeberangan antarpulau dalam provinsi, seperti ke Nusa Penida (Klungkung) maupun antarprovinsi menuju Gili Trawangan, Lombok. Naik boat menjadi pilihan penyebrangan antarpulau, karena dinilai lebih praktis dan cepat sampai di tujuan. “Boat yang kecil-kecil, belum berani nyeberang,” tegasnya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.