hamil
Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyebaran Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Badung, cukup mencengangkan. Pasalnya, selain jumlah pengidapnya yang mencapai angka 2.903 kasus, penyakit yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dominan usia produktif, yakni 20-49 tahun sebanyak 90,5 persen.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat dengan gencar menyosialisasikan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dapat diakses di seluruh puskesmas, termasuk mengakses pengobatan antiretroviral (ARV). Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Badung dr. Gede Putra Suteja, mengatakan selain VCT di seluruh Puskesmas, termasuk mengakses pengobatan secara antiretroviral (ARV), pihaknya juga menyediakan tenaga di masing-masing desa.

Layanan VCT dapat dilakukan di Puskesmas Kuta I, Kuta II, Puskesmas Abiansemal I, Mengwi I , Kuta Selatan. “Sudah hampir bisa di seluruh puskesmas di Badung (VCT dan ARV, red), dan di RSUD Mangusada juga,” ujar dr. Putra Suteja, Senin (29/1).

Baca juga:  Puluhan Pelajar di Buleleng Berstatus ODHA

Upaya tersebut, kata dr. Putra Suteja mendekatkan layanan dengan ODHA, yaitu dengan membentuk puskesmas satelit ARV, sehingga pengobatan ARV bisa dilakukan di puskesmas terdekat dengan tempat tinggal ODHA. Strategi nya “Getting to Zero.”

Seperti diketahui, jumlah kasus yang ditemukan di layanan Kabupaten Badung secara kumulatif dari 1987 sampai dengan Desember 2017 sebanyak 2.902 kasus. Yakni AIDS 1.164 kasus dan HIV 1.738 kasus. Dari angka tersebut, terbanyak dari kelompok umur 20-49 tahun sebanyak 90,5 persen. “Kami sering melakukan sosialisasi bahaya kasus HIV/AIDS. Kami juga punya Lembaga Komprehensif Berkesinambungan dan punya tenaga di 62 desa se-Badung untuk melakukan pendataan,” katanya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.