pengungsi
Sapi milik pengungsi yang dititipkan di penitipan sapi di Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang, Karangasem. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 221 sapi milik warga yang mengungsi telah di titipkan di penitipan sapi di Banjar Manggaan, Desa Nongan, Rendang, Karangasem. Dari jumlah tersebut, 14 sapi sudah terjual. Dan kini sisa sapi yang masih ada di penitipan sebanyak 207 ekor.

Menurut Dokter Hewan UPT Pertanian, Desa Menanga, Rendang, Karangasem, Wayan Gunanan, Senin (2/9), semenjak adanya penitipan sapi ini memang pengungsi banyak yang sudah menjual sapi mereka di sini. Bahkan jumlahnya terus bertambah. Sebab, sapi yang dijual harganya relatif normal. Mengingat pemilik sapi tidak diijinkan menjual sapi mereka kalau harganya tidak sesuai.

Warga yang dominan menitipkan sapinya berasal dari Desa Besakih, Pempatan dan Menanga. “Jumlah sapi yang dititip sebanyak 221 ekor. Sudah terjual 14 ekor. Dan tadi ada tiga sapi yang masuk, dan yang terjual dua ekor,” ungkap Gunawan.

Baca juga:  RSU Bangli Rawat 4 Pengungsi Terjangkit DB

Gunawan berharap bagi warga yang masih memiliki sapi yang belum terjual dan masih berada di kandang, supaya dititipkan ke sini. Langkah yang dilakukan itu untuk membantu petani. “Kita tidak ingin ketika gunung erupsi, warga baru mau menitipkan sapinya kesini. Kan sulit siapa yang mau menjemput disana untuk dibawa kesini,” jelasnya.

Sementara terkait pakan, sejauh ini masih dicarikan pakan oleh pemiliknya. Meski telah ada bantuan pakan, namun belum bisa diberikan karena akan diberikan saat gunung erupsi.

Namun, sekarang ini sapi- sapi yang ada dipenitipan mulai diberikan konsentrat oleh pemiliknya. Hal itu agar sapi-sapi yang ada agar tidak syok ketika nanti diberikan konsentrat kalau Gunung Agung benar erupsi. Sebab, kalau gunung erupsi akan kesulitan untuk mencari pakan. Karena semua tumbuhan ditutupi abu. (eka prananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.