Tembak
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo memamerkan anggota geng motor yang ditangkap karena terlibat kriminalitas.(BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Aksi brutal anggota geng motor yang akhir-akhir ini marak terjadi membuat geram Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo. Bahkan Kapolresta memerintahkan anggotanya tidak segak-segan menembak geng motor jika brutal, menganiaya dan membuat resah warga.

Hal itu disampaikan Kapolresta Hadi Purnomo dihadapan puluhan anggota komunitas motor di Mapolsek Denpasar Barat (Denbar), Rabu (6/9). “Kami mengimbau kepada klub atau komunitas motor bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Bali. Apalagi masyarakat Bali hidup dari pariwisata sehingga keamanan jadi prioritas. Kalau tidak aman,  semua akan sulit bekerja,” ucap Hadi, didampingi Kapolsek Denbar  Kompol Gede Sumena.

Apalagi akhir-akhir ini perilaku geng motor sudah diambang batas kewajaran yaitu melakukan penganiayaan dan pencurian dengan kekerasan. Bahkan ia menegaskan sangat geram dengan ulah geng motor yang membuat situasi keamanan Bali menjadi tidak kondusif. “Bapak Kapolda memerintahkan bagi para pelaku yang sudah tidak bisa di bina agar ditindak tegas.  Jika perlu akan kami tembak,”  tegas mantan Kapolres Gianyar ini.

“Apabila mereka brutal lagi akan ditembak, kami tidak ambil pusing. Walau pelaku di bawah umur tetap ditindak tegas. Kami sudah antisipasi dengan sosialisasi ke sekolah tiap hari Senin,” tandasnya.

Baca juga:  Pembunuh SPG juga Dibidik Kasus Perampokan

Kombes Hari juga mengingatkan kepada pendatang tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Ia berharap semua orang yang ada di Bali harus menjaga keamanan dan ketertiban. “Saya pendatang juga, tapi cinta Bali dan bertekad menjaga keamanan Bali. Mari kita sama-sama sebagai pendatang berbuat baik di sini,” tegas perwira melati tiga di pundak ini.

Kepada anggota komunitas motor diimbau bila menemukan geng motor, bandar narkoba atau aksi kriminal yang lain, agar melapor kepadanya atau kantor polisi terdekat. Kapolresta juga memamerkan enam anggota geng motor yang usianya masih belasan tahun. Enam tersangka ini terlibat kasus pengeroyokan dan pencurian. “Mereka ini berasal dari dua kelompok geng motor. Satu kelompok terlibat kasus pencurian sepeda motor, dan kelompok lainnya terkait kasus pengeroyokan,” ujarnya.

Perwakilan komunitas motor, Dony menegaskan kalau ia dan teman-temannya bukan geng motor. Pihaknya hanya komunitas yang kerap kumpul menggunakan sepeda motor. “Kami juga tidak suka dengan keberadaan geng motor. Mereka kerap melakukan kejahatan, ujung-ujungnya kami kena getahnya,” tegasnya.(kerta negara/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.