Hidayat Nur Wahid. (BP/dok)
MEDAN, BALIPOST.com – Wakil Ketua Majelis Syura DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta semua pihak tidak mengkait-kaitkan partainya dengan PT Indo Beras Unggul (IBU). Gudang beras milik perusahaan tersebut digerebek polisi di Jalan Raya Rengas Bandung, Bekasi pada Jumat (20/7) setelah diketahui memalsukan beras yang dijual ke konsumen.

“Sekali lagi sangat tidak fair kalau persoalan ini dikait-kaitkan dengan partai, padahal partai nggak ada hubungannya sama sekali. Dan beliau (Anton Apriantono) pun bukan pengurus di PKS,” kata Hidayat Nur Wahid usia memberikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, Sabtu (22/7).

Penegasan Hidayat menjawab dugaan keterlibatan mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono yang diketahui menteri yang berasal dari PKS di periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Sejumlah pihak menduga Anton terlibat praktik pemalsuan beras oleh PT IBU, karena posisinya sebagai komisaris perusahaan tersebut.

Menurut Hidayat, sejauh ini Anton Apriantono menyatakan tidak terlibat atas praktik kecurangan dengan cara mengganti kemasan beras bersubsidi untuk rakyat miskin (raskin) menjadi beras bermerek dan berkualitas dengan harga premium. “Beliau (Anton Apriantono) sedang menyiapkan pembelaan dan akan memberikan fakta-fakta terhadap pihak-pibak yang menyeret beliau dalam persoalan hukum,” kata Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR ini.

Baca juga:  Atasi Kelangkaan Beras Pengungsi, Pusat Tambah CBP 214 Ton

Secara logika, Hidayat menjelaskan posisi Anton saat ini bukanlah pengambil kebijakan baik sebagai pejabat pemerintahan ataupun di internal perusahaan sebab posisinya yang hanya komisaris, bukan direksi perusahaan.

“Komisaris kan sebuah perusahaan yang sudah terbuka sehingga kebijakan yang diambil tidak lagi menjadi tanggungjawab dari komisaris. Dan kenapa pula hanya beliau yang disebut. Padahal komisarisnya ada begitu banyak,” katanya.

Soal pembelaan hukum, Hidayat memastikan tim hukum yang akan membela Anton Aprianto bukan berasal dari DPP PKS sebab tidak ada kaitan sama sekali antara PKS dengan posisi Anto Apriantono sebagai komisaris PT IBU. “Sekali lagi kalau itu dikait-kaitkan dengan PKS, itu adalah fitnah. Dan itu tidak profesional,” tegasnya. (Hardianto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.