wisman
Wisman masih mendominasi kunjungan di DTW Jatiluwih. (BP/san)
TABANAN, BALIPOST.com – Meskipun kunjungan wisatawan domestik di tahun 2016 mengalami peningkatan sebanyak 15 persen dari total kunjungan, namun kunjungan di Daerah Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih masih didominasi wisatawan mancanegara terutama dari Perancis.

Manajer DTW Jatiluwih, Nengah Sutirtayasa, Jumat (16/6) mengatakan tahun 2016 total kunjungan di DTW Jatiluwih sebanyak 213.509 orang. Jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dari kunjungan tahun sebelumnya. Sementara untuk wisatawan domestik prosentasenya meningkat dari yang biasanya 10 persen dari jumlah kunjungan menjadi 25 persen. Dari data tahun 2016 kunjungan domestik mencapai 28.252 sementara wisatawan mancanegara sebanyak 185.275 orang. “Jadi masih didominasi oleh wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Dalam meningkatkan kunjungan ke DTW Jatiluwih, sejak bulan April 2017 lalu diadakan festival Jatiluwih yang akan berlangsung hingga Agustus nanti. Dalam festival ini selain menonjolkan pemandangan alam sawah, pihak manajemen juga menggelar free event yang menampilkan budaya lokal baik itu tarian maupun budaya lainnya. Bahkan parade budaya dan pameran yang melibatkan setidaknya 200 seniman dari desa penyangga DTW Jatiluwih digelar tiga hari berturut-turut dari Jumat (16/6) hingga Minggu (18/6).

Festival dengan tema Memica Manik Galih ini baru pertamakalinya digelar oleh DTW Jatiluwih di tahun ini dan rencananya akan digelar rutin setiap tahun. Dilanjutkan Sutirtayasa meski festival usai bulan Agustus nanti namun pertunjukan budaya akan tetap digelar secara rutin. Sehingga wisatawan yang datang tidak hanya melihat pemandangan tetapi juga budaya. “Ini merupakan wujud layanan manajemen. Terlebih ada kenaikan harga tiket sehingga diperlukan penawaran wisata lain disamping pemandangan,” ujarnya.

Meski tujuan dari festival ini untuk menarik wisatawan namun pihak manajemen tidak menentukan target kenaikan kunjungan selama festival berlangsung. “Tentu diharapkan ada kenaikan kunjungan hanya tidak ditarget berapa kenaikan yang diinginkan,” papar Sutirtayasa. (wira sanjiwani/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.