sekolah
Kompol Tonny Sugadri. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Tingginya indikasi pungutan liar saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) di lingkungan sekolah, kini menjadi sorotan tim saber pungli. Bahkan tim Sabar Pungli Kabupaten Gianyar sudah mulai mengambil kiat-kiat, menjaring aksi pungli saat penerimaan siswa Juni mendatang.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Gianyar, Kompol Tonny Sugadri, Minggu (28/5) kemarin menyatakan saat ini tim yang terbentuk akhir tahun kemarin ini, akan bersiap menyorot pelaksanaan PPDB di Kabupaten Gianyar. “Pasti akan kami cek proses penerimaan ini, jangan sampai terjadi pungli kepada masyarakat, “ katanya.

Namun sebelum terjun, perwira yang juga Waka Polres Gianyar ini menerangkan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pencegahan. Yakni dengan memberi himbauan ke sekolah sekolah terkait pungli. “Nanti kita himbau ke masing-masing sekolah, mengingatkan agar tidak sampai melakukan pungli,“ ujarnya.

Pihaknya kini juga sedang mendalami mekanisme PPDB tahun ini, dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Termasuk juga melakukan pendekatakn ke masyarakat, serta sejumlah LSM, agar segera melapor bila ditemukan indikasi pungli. “Kita harus menyesuaikan biaya yang dikeluarkan orang tua murid, dengan ketentuan yang berlaku, bila ada yang tidak sesuai oknum tersebut akan segera kami tindak,“ tegasnya.

Baca juga:  PPDB Harus Sesuaikan Kondisi di Daerah

Tim saber pungli kini juga sedang mendalami sejumlah modus yag digunakan pihak sekolah menarik penguutan dari siswa. “Modus-modus ini juga kadang tidak langsung dari sekolah, tapi juga dari yang lain misalnya komite. Yang jelas kami tidak ingin modus modus biasa ini dijadikan tameng untuk berlindung, “ terangnya.

Disinggung terkait kinerja tim saber pungli kabupaten Gianyar. Diakui sampai saat ini belum bisa beraksi secara maksimal. Seperti aksi terakhir yang terjaring ialah pungutan parkir, namun harus dilepaskan karena tidak memiliki dasar untuk dijadikan saksi hukum. “Masih kita lidik yang lain, ada beberapa selain parkir, seperti pemalakan dengan modus menjadi pecalang gadungan, selain itu kemarin juga ada kasus CPNS tetapi itu lebih pada penipuan,“ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.