Peternak Bebek
Sejumlah ternak bebek mencari makan di areal persawahan. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah peternak bebek di Jembrana belakangan ini mengeluh karena harga telur bebek anjlok dan mereka terancam rugi. Sejumlah peternak bebek, Kamis (30/3) mengatakan sejak lima bulan belakangan ini harga telur bebek di pasar lokal menurun tajam bahkan cenderung anjlok sehingga tidak seimbang dengan biaya produksi.

Putu Leong, salah seorang peternak bebek asal Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mengatakan sejak lima bulan lalu harga telur bebek terus mengalami penurunan. Dikatakannya sebelumnya harga telur bebek di pasar lokal mencapai Rp 2.100 per butir. Namun kini harganya hanya Rp 1.700 per butir.

Dia merasa khawatir jika harga telur terus menurun, peternak akan merugi. “Jika harga telur pada kisaran Rp 1.500 per butir, sudah pasti kami merugi,” ujar Leong.

Baca juga:  Enam Dus Daging Bebek Beku Disita Polisi
Menurutnya dengan harga telur bebek Rp 1.700 per butir saat ini, dirinya dan peternak bebek lainnya hanya bisa balik modal. Karena untuk memelihara 350 ekor bebek miliknya, perhari memerlukan biaya pakan sebesar Rp 300 ribu.

Untuk 350 ekor bebek, katanya paling banyak bertelur 200 butir per harinya. “Tinggal dikalikan saja berapa penghasilan per harinya. Kan hanya Rp 340 ribu. Sedangkan biaya per harinya Rp 300 ribu. Belum dihitung ongkos tenaga,” jelasnya.

Dia dan peternak lainnya berharap pihak pemerintah bisa menstabilkan harga telur bebek di pasaran. Minimal harga telur Rp 2.000 per butir, sehingga peternak bisa mendapatkan keuntungan meskipun hanya sedikit. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *