Mobil Z Backscatter Vans (ZBV) mampu deteksi bahan berbahaya bahkan menembus baja disiagakan di pintu masuk utama ITDC, Nusa Dua. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengamanan Raja Saudi Arabia Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama rombongannya, selain mengerahkan seribuan personel, Polda Bali menyiagakan mesin X-ray di setiap pintu masuk kawasan ITDC, Nusa Dua, Bali.

Sedangkan di pintu masuk utama, siagakan mobil Z Backscatter Vans (ZBV) yang mampu mendeteksi barang berbahaya khususnya bahan peledak di dalam kendaraan.

Di sela-sela melaksanakan tugas, anggota Subden III Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Bali Brigadir Joko Santoso, Jumat (10/3) mengatakan, ada delapan personel untuk mengawasi pintu utama ITDC.

Kedelapan personel tersebut langsung mengawaki sekaligus sebagai operator mobil X-ray itu. Peralatan yang ada di mobil itu berfungsi untuk men-scanning kendaraan dan mengawasi orang maupun barang bawaan penumpang yang masuk melalui pintu utama. “Semua kendaraan bisa di-scanning, namun kami lebih fokus pada mobil box,” ujarnya.

Brigadir Joko menambahkan, ZBV dengan empat detektor dan layar monitor ini dapat memindai seluruh tubuh manusia dari kepala hingga kaki, termasuk juga pakaian dan isi kendaraan. Selain dapat menembus baja, alat ini juga mampu mendeteksi material organik dan bukan organik, material bukan organik seperti bahan peledak dan obat-obatan.

Baca juga:  Rp 10 Miliar untuk Amankan Pilkada Gianyar

Dengan kemampuan yang super canggih tersebut alat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem keamanan. “Sangat tepat digunakan untuk mengamankan kunjungan Raja Salman dan rombongan di Bali,” tegasnya.

Polda juga menyiagakan kendaraan yang dilengkapi dengan parcel X-ray inspection system (X-ray bag) di pintu masuk selatan kawasan BTDC. X-ray bag mobile buatan Amerika ini merupakan tipe terbaru, sehingga gambar yang dihasilkan lebih bagus.

Kendaraan yang diawaki empat personel ini untuk memback-up dan mengantisipasi jika mesin X-ray bag milik hotel yang ditempati raja bermasalah. Dengan peralatan canggih itu, diharapkan tidak ada barang berbahaya seperti bom, senjata, dan cairan berbahaya  bisa masuk hotel. (kerta negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.