Pemain muda Bali United tampil impresif saat menjamu Persik Kediri Youth pada hari kedua gameweek ke-10 Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Bali United Training Center, Gianyar, Minggu (1/11). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bali United Muda tampil impresif saat menjamu Persik Kediri Youth pada hari kedua gameweek ke-10 Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Bali United Training Center, Gianyar, Minggu (1/11). Tiga kelompok usia Serdadu Tridatu Muda, yakni U16, U18, dan U20, kompak meraih kemenangan sekaligus memastikan hasil positif atas tim tamu.

Bali United U16 mengawali hasil manis tersebut dengan kemenangan meyakinkan 4-1. Tim asuhan Edi Supriyono mencetak empat gol melalui Muhammad Kenza Mikala Armadi, I Nengah Arif Suryawan, Zidane Al Faridzi, dan Dimas Habib Sholikhan.

Hasil positif berlanjut di kelompok U18. Skuad asuhan Bayu Yusa harus bekerja keras sebelum akhirnya mengatasi perlawanan Persik Kediri dengan skor 3-2. Tiga gol kemenangan Bali United dicetak Pande Putu Indra Pratama, I Komang Aditya Putra Pratama, dan I Putu Davin Abimanyu Wirahadi.

Baca juga:  Bali United Kawinkan Gelar Piala Soeratin Bali 2026

Sementara itu, Bali United U20 menutup hari kedua dengan kemenangan 3-0. Tiga gol Serdadu Tridatu Muda masing-masing disumbangkan I Kadek Krisna Putra Ananda, I Ketut Bagus Surya Dana Putra, dan I Gede Pandya Aryanta Dharma.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Bali United Muda dalam melanjutkan persaingan EPA One musim ini. Namun, selain mengejar hasil pertandingan, kompetisi usia muda tersebut juga menempatkan pengembangan pemain sebagai prioritas melalui penerapan regulasi Minute of Play (MOP).

Aturan tersebut mendorong pemerataan menit bermain bagi seluruh pemain. Dengan demikian, pelatih dituntut mampu meracik strategi sekaligus memberikan kesempatan kepada setiap pemain untuk berkembang, bukan hanya mengandalkan satu atau dua pemain andalan.

Baca juga:  Pertengahan Tahun, Pesawat Komersil Terbesar di Dunia Mulai Terbangi Denpasar-Dubai

Pelatih Bali United U18, Bayu Yusa, mengapresiasi penerapan regulasi tersebut karena memberikan ruang lebih luas bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Secara pribadi, apa yang tertuang dalam regulasi utamanya untuk development pemain itu sendiri. Sehingga ini menjadi hal menarik di mana pelatih dituntut untuk bisa memberikan kesempatan kepada semua pemain. Hal ini juga menghindari pelatih dalam mengandalkan satu atau dua pemain saja dalam sebuah tim,” ungkap Bayu.

Menurutnya, penerapan pola pembinaan dengan menit bermain merata sebenarnya telah dijalankan para pelatih EPA sejak musim sebelumnya.

Baca juga:  Soal Laga Persik Vs Bali United, Ini Penegasan LIB

“Sebelum tertuang dalam regulasi, para pelatih EPA telah menerapkan sejak musim lalu untuk memberikan menit bermain secara merata bagi pemain yang tergabung dalam tim. Sehingga kami pelatih EPA juga dituntut untuk bisa menyiapkan pemain terbaik dalam setiap pertandingan yang kami jalankan,” jelasnya.

Pola pembinaan berjenjang yang diterapkan Bali United diharapkan mampu menjaga kesinambungan pengembangan pemain dari level akademi hingga tim senior. Dengan pengalaman dan kesempatan bermain yang cukup, para pemain muda diharapkan semakin matang dan siap bersaing untuk menembus skuad utama Serdadu Tridatu pada masa mendatang. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN