Sejumlah keluarga korban tragedi bom Bali melakukan doa bersama di Monumen Tragedi Kemanusiaan, Legian, Badung, Minggu (12/10/2025). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Peringatan 24 tahun tragedi Bom Bali di Ground Zero, Jalan Raya Legian, Kuta, Senin (12/10), mengedepankan semangat gotong royong. Pemerintah Kabupaten Badung bersama organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa dan kelurahan, lembaga masyarakat, serta komunitas penyintas berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan mengenang korban tragedi tersebut.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan Kesbangpol bertindak sebagai koordinator pelaksanaan peringatan. Seluruh pihak bergotong royong menyiapkan rangkaian acara, mulai dari koordinasi teknis hingga penyediaan sarana dan prasarana.

“Peringatan dilakukan gotong royong berkolaborasi dengan OPD, dari tingkat desa hingga dinas dan juga LPM dan kelurahan Kuta, intinya adalah doa bersama yang melibatkan berbagai komponen terkait tragedi bom Bali,” ungkap I.B. Arimbawa saat dihubungi Jumat (9/10).

Baca juga:  Terungkap, Identitas Pria Meninggal di RSUP Sanglah

Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kuta. Yayasan Isana Dewata yang menaungi kepentingan para penyintas juga mengambil bagian dalam persiapan kegiatan.

Koordinator Yayasan Isana Dewata, Theolina Marpaung, mengatakan peringatan tahun ini dilaksanakan bersama Pemkab Badung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, LPM Kuta, serta FKUB Kuta.

Meski tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan tersebut, Pemkab Badung tetap memberikan dukungan berupa tempat duduk serta fasilitas dan kebutuhan pendukung lainnya. Panitia juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar.

Baca juga:  Pantau Aktivitas Seismik, BMKG Pasang 20 Sensor di Sulawesi

“Sejak bulan Mei saya sudah konfirmasi ke Dinas Pariwisata untuk menanyakan peringatan ini. Sampai tanggal 8 belum ada kabar. Akhirnya saya ke kebudayaan untuk tanya museum, kemudian ke PUPR untuk pengerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kuta I Made Agus Suantara mengatakan pihak kecamatan dan kelurahan turut membantu menyiapkan lokasi serta tenaga pendukung. Staf Kecamatan Kuta juga akan bertugas sebagai pembawa acara. Kesbangpol menangani koordinasi teknis, sedangkan LPM Kuta membantu pelaksanaan di lapangan.

Baca juga:  Perampokan di Jimbaran, Pemilik Rumah Terb*n*h dan Anaknya Dianiaya hingga Kritis

Panitia turut berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyiapkan pengamanan. Dinas Kebudayaan juga berkoordinasi terkait penyediaan tari penyambutan, sementara kebutuhan tenda dan konsumsi menjadi bagian dari persiapan bersama.

Rangkaian peringatan dimulai pukul 17.00 WITA dengan Nyanyian Perdamaian, doa bersama lintas agama, dan peletakan bunga di depan tugu peringatan. Panitia menjadwalkan gladi bersih pada Minggu (11/10), sedangkan kegiatan diperkirakan berakhir pukul 20.00 WITA. (Parwata/balipost)

BAGIKAN