Setra Tamiu yang disiapkan Yayasan Batan Kendal untuk pelaksanaan pitra yadnya bagi umat Hindu secara umum. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Yayasan Batan Kendal, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan, Denpasar melakukan kerjasama dengan Yayasan Gases Bali menyiapkan Setra Tamiu yang bisa dimanfaatkan oleh warga pendatang. Tempat yang disiapkan sebagai ruang pelaksanaan pitra yadnya ini pun dilengkapi paket ngaben ekonomis dengan biaya Rp15 juta.

Sekretaris Umum Yayasan Batan Kendal, Ida Bagus Wika, Rabu (30/9) menjelaskan, gagasan Setra Tamiu ini salah satunya dilatarbelakangi kondisi masyarakat pendatang, namun belum memiliki akses untuk melaksanakan ngaben di setra desa adat.

Selain itu, terdapat kondisi ketika seseorang meninggal di suatu wilayah, sementara di wilayah tersebut sedang berlangsung karya atau upacara adat yang menyebabkan setra belum dapat digunakan. “Kadang tidak dapat akses ngaben sesuai dengan aturan awig-awig desa asal. Karena perantauan dari Karangasem, Singaraja, Tabanan tinggal di sini, kalau balik perlu proses,” kata Ida Bagus Wika.

Baca juga:  Pedagang positif COVID-19, Dua Pasar Tradisional di Kendal Tutup Sementara

Menurutnya, kondisi lainnya terjadi ketika di suatu wilayah sedang ada rangkaian upacara seperti ngenteg linggih maupun ngusaba sehingga ada nyengker setra. Dalam kondisi tersebut, masyarakat harus menunggu hingga seluruh rangkaian upacara selesai sebelum dapat melaksanakan ngaben. Dengan itu masyarakat dapat melaksanakan ngaben di Setra Tamiu.

Setra Tamiu ini, kata dia, tidak dimaksudkan sebagai pengganti setra desa adat maupun krematorium modern.

Menurutnya, konsep Setra Tamiu dikembangkan sebagai sarana pelayanan keagamaan yang tetap mengedepankan tata nilai agama Hindu, adat, serta budaya Bali. Dalam konsep tersebut, pelaksanaan ngaben tidak dipandang hanya sebagai proses pembakaran jenazah.

Baca juga:  Desa Adat Batuan Gelar Upacara Pitra Yadnya

“Pembakaran jenazah merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian pitra yadnya yang memiliki makna spiritual, termasuk proses penyucian unsur Panca Maha Bhuta serta membantu perjalanan Atman sesuai dengan karmanya,” katanya.

Ia mengatakan, Setra Tamiu Batan Kendal nantinya dirancang agar seluruh rangkaian pelaksanaan ngaben dapat dilakukan dalam satu kawasan. Konsep tersebut mencakup kebutuhan upacara seperti tempat pemalungan atau pembakaran, bale pemiosan, tempat banten hingga kebutuhan tirta kahyangan tiga, tirta pangentas.

Termasuk juga prosesi nganyud yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi ngaben. Bahkan, paket pelayanan juga dirancang mencakup banten, sulinggih, dan pemangku, kebutuhan sesari, serta kajang apabila diperlukan. “Dari hasil perhitungan Yayasan Gases, ngaben dilaksanakan dengan menyiapkan Rp15 juta. Sudah termasuk banten, tempat untuk pemalungan atau pembakaran, bale pemiosan, genah banten, sesari,” jelasnya.

Baca juga:  Pengaturan Mobil "Pamedek"

Ia menegaskan biaya tersebut dihitung agar pelaksanaan ngaben dapat dijangkau masyarakat dan tidak menjadi beban yang terlalu berat. Menurutnya, tujuan utama kerja sama tersebut bukan mencari keuntungan semata.

Saat ini, program tersebut masih dalam proses persiapan. Pihaknya baru selesai melaksanakan upacara bumi suda, dan juga guru piduka di pura kahyangan. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN