Prosesi ngaben di Klungkung beberapa waktu lalu. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari).

Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 10 September 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Seratusan Siswa dan Pendidik Terima Beasiswa dari RRT

Gagak Anungsang Pati
Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa.

Kala Kutila Manik
Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya.

Kala Lutung Megandong
Baik untuk menanam pujer (bibit kelapa yang baru tumbuh), menanam buah-buahan.

Kala Pati Jengkang
Baik untuk mengadakan sabungan.

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Baca juga:  Puncak Arus Mudik Natal Diprediksi 23 Desember 2022

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Purwani
Tidak baik dipakai dewasa.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN