Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin meriah dengan digelarnya Merdeka Run 2026 di Denpasar, Minggu (16/8). Merdeka Run 2026 kali ini terasa spesial karena keterlibatan sejumlah penyandang disabilitas. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin meriah dengan digelarnya Merdeka Run 2026 di Denpasar, Minggu (16/8).

Merdeka Run 2026 kali ini terasa spesial karena keterlibatan sejumlah penyandang disabilitas. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, para peserta disabilitas tetap menunjukkan semangat untuk bergerak, berolahraga, dan menikmati suasana perayaan kemerdekaan bersama peserta lainnya.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, ajang lari tahunan yang digelar Cellular World tersebut tak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang semangat inklusivitas.

Keikutsertaan disabilitas menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk berhenti beraktivitas maupun mengejar prestasi. Semangat dan keberanian para peserta disabilitas justru memberikan inspirasi bagi masyarakat luas bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama yang terbuka bagi siapa saja.

Wakil Wali Kota Denpasar Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Merdeka Run yang turut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat secara fisik sekaligus kuat secara mental.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyambut dengan baik kegiatan-kegiatan yang sangat positif seperti ini. Kami menginginkan masyarakat Kota Denpasar khususnya mempunyai fisik yang sehat dan jiwa yang kuat,” ujarnya.

Baca juga:  Ratusan Warga Bersihkan Sampah di Jalur Denpasar–Gilimanuk

Ia menegaskan, Pemkot Denpasar akan terus mendorong terwujudnya kota yang inklusif melalui berbagai kegiatan, baik olahraga maupun kebudayaan. Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif dan menjalani pola hidup sehat.

“Hal seperti inilah yang memang akan kita dorong terus dalam setiap kegiatan, baik kegiatan budaya maupun olahraga. Kita ingin Kota Denpasar menjadi kota yang inklusif,” jelasnya.

Pesan serupa disampaikan Komjen Pol. (Purn) Petrus R. Golose. Mantan Kapolda Bali tersebut menilai keterlibatan penyandang disabilitas dalam Merdeka Run merupakan langkah positif dalam menunjukkan bahwa olahraga dan ruang publik harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Disabilitas ini juga harus kita perhatikan karena ada ajang tingkat nasional hingga internasional. Mereka berhak merasakan bahwa Indonesia adalah negara yang melindungi hak-hak kaum disabilitas,” tegas Golose yang menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Pingpong League ini.

Menurut Petrus yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini, semangat yang ditunjukkan para peserta disabilitas patut menjadi inspirasi. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berani mengambil bagian, bergerak bersama, dan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi serta mengukir prestasi.

Baca juga:  Suasana Haru Selimuti Sertijab Bupati Mas Sumatri

Sementara itu, CEO Cellular World sekaligus pegiat lari, Malika Jiwaji, menegaskan bahwa Merdeka Run memang dirancang bukan sekadar sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai momentum untuk menyampaikan pesan bahwa olahraga merupakan hak semua orang.

“Kita ingin memberikan pesan bahwa sports itu untuk semua orang. Tidak hanya terbatas pada orang yang sehat fisik saja, tetapi teman-teman yang special needs (disabilitas) pun bisa ikut happy-happy di sini. Tidak memandang ras atau asal-usul, setiap orang berhak menikmati hidup sehat dan bersenang-senang bersama,” tegas Malika.

Antusiasme masyarakat terhadap Merdeka Run 2026 juga terbilang tinggi. Jumlah peserta meningkat dari 650 orang pada tahun sebelumnya menjadi sekitar 850 peserta tahun ini. Kuota tersebut bahkan telah habis sebelum pelaksanaan acara.

Meningkatnya partisipasi masyarakat ini menurut Malika sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga semakin mendapat tempat sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Namun, di tengah semarak ratusan peserta yang berlari, kehadiran penyandang disabilitas memberikan makna tersendiri bagi perayaan kemerdekaan tahun ini.

Baca juga:  Dari 25.000 Ibu Hamil di Bali, Hanya Segini yang Mengandung Anak Nyoman dan Ketut

Semangat mereka menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kesempatan yang setara bagi setiap warga negara untuk hidup sehat, berkarya, berprestasi, dan mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

Pegiat lari, Iwan Dewanto, menyatakan keikutsertaannya dalam kegiatan tahunan ini untuk mengedukasi pentingnya gaya hidup sehat bagi masyarakat. Direktur Indodan ini mengutarakan partisipasi dalam kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

“Kami tentunya bagian dari kolaborasi dan sinergi untuk acara fun run ini. Sebagai bagian dari ekosistem di Bali, kami ingin ikut menyehatkan masyarakat Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Group Account Manager Samsung, Yudi, menyampaikan rasa senang atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta dari awal hingga akhir kegiatan.

​”Tahun ini merupakan tahun ketiga kami ikut serta. Ini adalah aktivitas yang sangat baik untuk menggerakkan masyarakat Bali,” ujar Yudi. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN