Penyerahan dukungan melalui Program Tali Kasih untuk Maestro Seni Tari Kecak Ketut Rina, Selasa (4/8). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Maestro seni tari kecak asal Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, I Ketut Rina, akan bertolak ke Taiwan untuk menjalankan misi kebudayaan.

Rina akan mengemban tugas sebagai dosen di National Taiwan University of Arts selama dua semester akademik, mulai 26 Agustus 2026 hingga 30 Juli 2027.

Dalam misi akademis dan budaya ini, ia tidak hanya mengajarkan ketepatan gerak dan teknik tari kecak, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai filosofis mendalam yang terkandung di dalamnya kepada mahasiswa di Taiwan.

Baca juga:  Merawat Generasi, Meneguhkan Identitas Jati Diri Manusia Bali

​Rina mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Ia mengakui dukungan itu menjadi suntikan energi moral bagi para seniman lokal untuk terus melestarikan seni tradisi Bali di tingkat global.

Keberangkatannya ke Taiwan sempat tertunda dari jadwal awal 29 Juli 2026 akibat pengurusan dokumen visa. Ia berharap misinya ini dapat menjadi jembatan penguat diplomasi budaya antarnegara.

​”Saya mohon doa restu agar dapat menjalankan tugas ini dengan baik. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dan membuka kesempatan bagi generasi seniman berikutnya untuk membawa kesenian Bali ke dunia internasional,” tambahnya.

Baca juga:  Ambulans Angkut Pasien Alami Kecelakaan di Jalan Bypass Prof Mantra

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Wayan Adi Parbawa mewakili Bupati Gianyar dan Sekretaris Daerah Gianyar, Rabu (5/8), mengatakan pihaknya menyerahkan tali kasih sebagai bentuk penghormatan serta dorongan semangat atas kontribusi Ketut Rina dalam mengharumkan nama daerah.

​Melalui Program Tali Kasih, Pemkab Gianyar mendampingi dan memfasilitasi para maestro daerah agar senantiasa siap membawa nama Gianyar dan seni budaya Bali di panggung dunia. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Baik untuk Mulai Memelihara Ternak, Berikut Ala Ayuning Dewasa 15 Maret 2026
BAGIKAN