Justinus Laksana atau Coach Justin saat ditemui di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7), menjelang laga final Piala Dunia 2026 Argentina versus Spanyol. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Asa Timnas Indonesia untuk mencetak sejarah tampil di putaran final Piala Dunia 2030 dinilai semakin terbuka. Pengamat sepak bola nasional, Justinus Laksana atau yang akrab disapa Coach Justin, meyakini skuad Garuda memiliki peluang besar lolos, terlebih jika FIFA resmi menerapkan format 64 peserta.

Optimisme tersebut disampaikan Coach Justin. Menurutnya, kehadiran John Herdman sebagai pelatih kepala memberikan harapan baru bagi sepak bola Indonesia untuk bersaing dengan kekuatan-kekuatan Asia.

“Saya melihat, dengan pelatih John Herdman, kita bisa bersaing dengan negara-negara Asia lainnya,” ujar Coach Justin, dilansir dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Sedang Cari Jam Tangan Wanita? Berikut Rekomendasinya untuk Anda!

Ia menilai peluang Indonesia akan semakin besar apabila FIFA benar-benar memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Dengan kuota yang lebih banyak, kesempatan negara-negara Asia untuk lolos ke putaran final juga diprediksi meningkat.

Meski demikian, Coach Justin mengingatkan bahwa peluang tersebut harus dibarengi dengan persiapan matang dan penampilan konsisten sepanjang babak kualifikasi.

“Kalau begitu, saya yakin,” katanya saat ditanya mengenai peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

Baca juga:  Tak Ada Kompetisi Liga di Bali

Wacana penambahan peserta menjadi 64 tim sebelumnya diungkapkan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Menurutnya, FIFA tengah mengkaji opsi tersebut agar lebih banyak negara memiliki kesempatan merasakan atmosfer kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi yang istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun penyelenggaraan turnamen tersebut. Tiga negara, yakni Portugal, Spanyol, dan Maroko, ditetapkan sebagai tuan rumah utama.

Sebagai bagian dari perayaan seabad Piala Dunia, FIFA juga akan menggelar masing-masing satu pertandingan di Uruguay, Argentina, dan Paraguay. Uruguay dipilih karena menjadi tuan rumah edisi perdana Piala Dunia pada 1930 di Montevideo.

Baca juga:  Jadwal Piala Dunia 2026: Dimulai di Meksiko, Final di Amerika Serikat

Argentina mendapat kehormatan sebagai finalis pada edisi pertama tersebut, sementara Paraguay dipilih karena menjadi markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Apabila format 64 tim benar-benar disahkan, peluang Indonesia untuk mewujudkan impian tampil di panggung sepak bola dunia diyakini akan semakin besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan Tim Garuda mampu tampil konsisten dan kompetitif sepanjang perjalanan menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN