Kepala Bapenda Badung, Ni Putu Sukarini. (BP/par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kinerja pajak daerah Badung kembali menunjukkan taringnya. Di tengah geliat pariwisata yang terus pulih, realisasi penerimaan pajak nyaris menyentuh target sempurna pada semester I 2026.

Hingga akhir Juni 2026, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp 3,348 triliun atau 99,81 persen dari target pendapatan semester I sebesar Rp 3,354 triliun.

Capaian ini menegaskan bahwa stabilitas sektor ekonomi, khususnya pariwisata, berbanding lurus dengan tingkat kepatuhan wajib pajak. Pemerintah daerah pun dinilai berhasil menjaga momentum pemulihan ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga:  Piutang Wajib Pajak di Karangasem Capai Rp62 Miliar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung, Ni Putu Sukarini pada Rabu (1/7) mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingkat kepatuhan wajib pajak yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan sektor pariwisata yang terus membaik. “Dari total realisasi tersebut, penerimaan pokok pajak mencapai Rp 3.348.370.871.613,88, sedangkan penerimaan dari denda tercatat sebesar Rp 12.175.790.562,37,” terangnya.

Secara keseluruhan, target penerimaan pajak daerah Badung pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 8.735.047.780.251. Hingga akhir Juni, realisasi telah mencapai Rp 3,348 triliun atau sekitar 38,33 persen dari target tahunan tersebut. Meski secara persentase masih di bawah setengah target tahunan, capaian ini dinilai tetap berada pada jalur yang tepat.

Baca juga:  Ini, Jadwal Salat Denpasar dan Sekitarnya 17 April 2026

Hal ini mengingat pola penerimaan pajak daerah cenderung meningkat pada paruh kedua tahun berjalan, seiring melonjaknya aktivitas ekonomi di sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan hiburan. “Realisasi selama semester I (Januari – Juni) yakni 99,81 persen. Ya, sisa targetnya 0,19 persen saja,” urainya.

Bapenda Badung pun optimistis target penerimaan pajak daerah tahun 2026 dapat tercapai. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan pengawasan, optimalisasi pelayanan kepada wajib pajak, serta pemanfaatan sistem digital dalam pemungutan pajak.

Baca juga:  Harga Emas Pegadaian Melonjak, Antam Kembali Tembus Rp3 Juta per Gram

Selain itu, tren peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal diyakini akan terus mendorong penerimaan daerah hingga akhir tahun.

Penerimaan pajak daerah sendiri menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung. Dana tersebut berperan penting dalam membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan publik, sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur strategis.

“Tingginya realisasi pajak akan menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas daerah,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN