Grand Final Putri Anak Indonesia Bali dan Putri Remaja Indonesia Bali 2026, Minggu (31/5) malam. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Putu Anindhita Indivara Disty Dananjaya (17) dan Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi (12) terpilih sebagai Putri Remaja Indonesia Bali 2026 dan Putri Anak Indonesia Bali 2026 pada Grand Final Putri Anak Indonesia Bali dan Putri Remaja Indonesia Bali 2026, Minggu (31/5) malam.

Terpilihnya kedua putri tersebut menandai berakhirnya rangkaian seleksi dan pembinaan yang telah berlangsung selama beberapa hari. Keduanya akan mewakili Bali pada ajang Putri Anak Indonesia dan Putri Remaja Indonesia tingkat nasional.

Usai dinobatkan sebagai Putri Anak Indonesia Bali 2026, Whidya mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Siswi kelas VI SD Taman Rama Denpasar itu menegaskan gelar yang diraih bukan sekadar mahkota dan selempang, melainkan amanah untuk terus berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Menjadi pemenang dalam ajang ini sebuah kehormatan yang luar biasa. Kompetisi ini bukan sekadar tentang mahkota atau selempang, melainkan ruang bertumbuh yang mempertemukan saya dengan perempuan-perempuan hebat lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

Gadis kelahiran Denpasar, 27 Februari 2014 itu, mengungkapkan ajang tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi serupa. Karena itu, ia mengajak anak-anak dan generasi muda untuk berani mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman, serta tetap percaya diri dalam mengejar cita-cita.

Baca juga:  Dhamantra Dikenal Vokal Suarakan Kepentingan Bali

“Jangan pernah takut dan menyerah ketika mencoba hal baru. Harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dengan semangat dan kerja keras semua mimpi pasti terwujud, dan yang terpenting jangan lupa berdoa,” katanya.

Selama masa tugas satu tahun ke depan, Whidya berencana melanjutkan program advokasi GreenStep yang berfokus pada kampanye Eco Conscious atau pariwisata tanpa plastik. Ia juga akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional melalui peningkatan kemampuan public speaking, catwalk, penguatan advokasi, serta mempelajari pengalaman para pemegang gelar sebelumnya.

Sementara itu, Putri Remaja Indonesia Bali 2026, Anindhita, mengaku terharu dan bangga dapat dipercaya mewakili Bali di tingkat nasional. Siswi kelas XI Regents Secondary School tersebut menyebut keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, teman-teman, panitia penyelenggara, dan dewan juri.

“Saya merasa sangat terhormat dan bangga bisa terpilih serta diberikan kepercayaan mengemban tugas ini,” ujarnya, Senin (1/6).

Anindhita mengatakan kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya di dunia pageant. Sebelumnya, ia lebih banyak aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi sekolah.

Melalui advokasi Read to Lead yang diusungnya, Anindhita berencana turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.

“Selama setahun ke depan saya akan banyak turun ke lapangan, khususnya ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan advokasi saya dalam bentuk pengajaran dan kontribusi pada dunia pendidikan dan sosial di Bali,” katanya.

Baca juga:  João Ferrari, Tembok Kokoh Bali United yang Sulit Ditembus Lawan

Untuk menghadapi tingkat nasional, Anindhita akan memperdalam kemampuan public speaking, wawancara, speech presence, serta memperkuat substansi advokasi yang dibawanya. Ia juga berkomitmen memperluas wawasan mengenai isu-isu terkini, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.

Regional Director Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia Bali, Cokorda Istri Indah Apsari atau akrab disapa Cok In, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak pihak, terutama para orang tua yang mendampingi peserta sejak proses seleksi hingga malam puncak.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan para finalis selama menjalani pembinaan. “Hari ini sampai terjadi hari ini tidaklah mudah karena perjalanannya cukup panjang. Saya ingin mengundang mama-mama yang selama satu tahun terakhir berjuang bersama-sama mengantarkan anak-anak kami melangkah sebagai putri anak dan putri remaja,” ujarnya.

Ia menjelaskan para finalis telah menjalani masa karantina sejak 27 – 29 Mei 2026 sebelum tampil pada malam grand final. Tahun ini tercatat enam finalis Putri Anak berusia 9–13 tahun dan delapan finalis Putri Remaja berusia 14–18 tahun mengikuti ajang tersebut.

Baca juga:  Dua Siswa Ini Wakili Bali di Nasional

Selain gelar utama, panitia juga menetapkan sejumlah pemenang kategori khusus. Pada kategori Putri Anak Indonesia Bali, gelar Favorit diraih Dw. A.A. Istri Mirah Widia Pradnyasuari, Intelegensi oleh Renata Aishani Vrinda Indrawain, Pendidikan oleh Ni Putu Ayu Denaya Kayla Arma, Budaya oleh Ni Komang Trias Wiswani Amrta Subhagani, dan Lingkungan oleh Komang Dinda Cantica Dewi.

Sementara pada kategori Putri Remaja Indonesia Bali, gelar Favorit diraih Anindhita, Intelegensi oleh Ni Made Yupiandini Putri, Pendidikan oleh A.A. Sagung Gita Nareswari, Budaya oleh Komang Molek Caprina Putri, dan Lingkungan oleh Ni Putu Griselda Yovela Maheshvari.

Nasional Director Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia, Derry Dahlan, menegaskan ajang tersebut tidak hanya mencari peserta yang memiliki penampilan menarik, melainkan menitikberatkan pada pembentukan karakter generasi muda. “Bukan sekadar kompetisi catwalk, tetapi pembentukan karakter,” tegasnya.

Menurut Derry, terdapat empat aspek utama yang menjadi dasar penilaian, yakni karakter, perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Indonesia, penampilan yang mampu menunjukkan daya tarik positif, serta kemampuan menginspirasi lingkungan sekitar.

Ia menambahkan kecantikan yang dicari dalam ajang tersebut tidak hanya berasal dari penampilan fisik, tetapi juga kecerdasan, kepribadian, dan kemampuan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.

“Mereka harus memberikan inspirasi bagi semua anak-anak Indonesia,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN