
NEGARA, BALIPOST.com – Arus penyeberangan selama libur panjang Iduladha-Hari Lahir (Harlah) Pancasila melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk terpantau ramai. Hingga H+3 libur Iduladha, total ratusan ribu penumpang dan puluhan ribu kendaraan tercatat telah menyeberang baik dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.
Manager Humas ASDP Ketapang, Bintang Felfian, membeberkan dari rekapitulasi Posko Angkutan Libur Iduladha, sejak H-5 hingga H+3 tercatat sebanyak 173.978 orang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang. Pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang masuk ke Bali mencapai 50.779 unit.
Sementara itu, arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa tercatat lebih tinggi. Selama periode H-5 hingga H+3, sebanyak 211.659 penumpang menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. Jumlah kendaraan yang keluar Bali mencapai 68.314 unit.
“Secara kumulatif hingga H+3, jumlah penumpang yang menyeberang di kedua lintasan mencapai 385.637 orang. Sedangkan total kendaraan yang melintas mencapai 119.093 unit,” ujar Bintang.
Pada H+3 atau Sabtu (30/5), pergerakan penumpang dari Jawa ke Bali tercatat mencapai 26.642 orang dengan total kendaraan sebanyak 7.630 unit. Kendaraan yang melintas didominasi sepeda motor sebanyak 3.231 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 2.096 unit. Selain itu, tercatat 1.942 truk dan 361 bus menyeberang ke Bali.
Di sisi lain, arus dari Bali menuju Jawa pada hari yang sama mencapai 21.225 penumpang dengan total kendaraan sebanyak 6.735 unit. Rinciannya terdiri atas 2.582 sepeda motor, 1.922 kendaraan roda empat, 1.980 truk, dan 251 bus. Bintang menambahkan, operasional penyeberangan selama masa libur panjang berjalan lancar dengan dukungan armada kapal yang disiagakan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Berdasarkan data posko, pada H+3 tercatat sebanyak 189 trip kapal melayani penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk dan 190 trip dari Gilimanuk ke Ketapang. ASDP juga terus melakukan pemantauan dan pengaturan layanan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur panjang, khususnya pada lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut. (Surya Dharma/balipost)









