Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPD PDI Perjuangan Bali dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026, Senin (18/5). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah dominasi peserta laki-laki, seorang perempuan muda (srikandi) asal Kabupaten Klungkung justru mencuri perhatian dalam audisi Lomba Mixologi Arak Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Buleleng di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Senin (18/5).

Perempuan tersebut adalah Dewa Ayu Sri Wahyuni. Menjadi satu-satunya peserta perempuan dari Kabupaten Klungkung, ia tampil percaya diri menghadapi 14 peserta lainnya yang mayoritas laki-laki. Tak hanya mampu bersaing, Dewa Ayu bahkan sukses keluar sebagai juara pertama dalam audisi tersebut.

Penampilan Dewa Ayu menjadi sorotan tersendiri karena mampu membuktikan bahwa dunia mixologi berbahan dasar arak Bali tidak hanya didominasi kaum pria. Dengan kreativitas dan teknik meracik yang matang, ia berhasil memikat perhatian dewan juri.

Baca juga:  Ribuan Bayi Disasar Vaksin Heksavalen, Gabungkan Imunisasi Dengan Sekali Suntikan

“Ini menunjukkan perempuan muda Bali juga punya ruang dan kemampuan untuk berkarya dalam industri kreatif berbasis produk lokal,” ujar salah satu peserta usai pengumuman pemenang.

Selain Dewa Ayu, audisi juga diikuti dua peserta perempuan lainnya yang mewakili Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng. Kehadiran para srikandi muda ini memberi warna berbeda dalam kompetisi yang sebagian besar diikuti peserta laki-laki.

Secara umum, antusiasme generasi muda terhadap Lomba Mixologi Arak Bali terlihat tinggi sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta dari Denpasar, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam meracik minuman berbahan dasar arak Bali dengan sentuhan kreatif khas masing-masing daerah.

Baca juga:  Kurangi Kemacetan, Pemkot Denpasar Ingin Kelola Pelabuhan Sanur

Audisi tersebut turut disaksikan langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster. Kehadiran tokoh politik asal Desa Sembiran itu menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri.

Dari hasil penilaian, dewan juri memilih tiga peserta terbaik dari masing-masing kabupaten/kota untuk melaju ke babak final pada Juni mendatang.

Untuk Kota Denpasar, juara pertama diraih I Kadek Ryan Budi Ardika, disusul Kadek Dika Sastrawan di posisi kedua, dan I Wayan Levi Johniawan di posisi ketiga.

Kabupaten Karangasem didominasi peserta dari LPK Monarch Bali Candidasa. Juara pertama diraih I Kadek Agus Ariya, juara kedua I Wayan Taman Artha, dan juara ketiga I Kadek Buda Arnawa.

Baca juga:  8.000 Nelayan Tidak Tercover Bantuan Lagi

Sementara di Kabupaten Buleleng, Ketut Rino Suyastrawan keluar sebagai juara pertama, diikuti I Putu Aldy Muliastrawan sebagai juara kedua dan I Komang Tri Widhi Ardika di posisi ketiga.

Ada pun di Kabupaten Klungkung, selain Dewa Ayu Sri Wahyuni sebagai juara pertama, posisi kedua diraih I Nyoman Devan Rishikesha Sabha dan juara ketiga ditempati Arya Agung Mahendra Kusuma.

Lomba Mixologi Arak Bali ini digelar dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno 2026 dengan total hadiah beasiswa mencapai Rp39 juta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong generasi muda Bali agar semakin mencintai, melestarikan, dan mengembangkan arak Bali sebagai produk lokal bernilai ekonomi dan kreatif tinggi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN