Made Soma, ST.,M.Pd. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam empat tahun kepemimpinannya sebagai Kepala SMKN 2 Sukawati, I Made Soma, ST.,M.Pd., berhasil membawa sekolah tersebut menorehkan sederet prestasi tingkat provinsi hingga nasional. Sekolah berbasis seni kriya dan vokasi itu bahkan kini masuk daftar 100 SMK terbaik nasional.

Di bawah kepemimpinannya, prestasi sekolah terus menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam tiga tahun terakhir, SMKN 2 Sukawati mendominasi berbagai ajang kompetisi tingkat provinsi maupun nasional. Sekolah ini dua kali berturut-turut meraih juara umum pada kompetisi yang digelar Elisabeth International School.

Tak hanya itu, pada 2023 SMKN 2 Sukawati meraih medali emas pada Ajang Talenta Nasional. Prestasi berlanjut pada 2024 dengan raihan medali perak pada ajang PIKSI. Memasuki 2025, sekolah tersebut kembali mencatat prestasi nasional dengan meraih medali emas pada Ajang Inovasi Pengembangan Kewirausahaan tingkat nasional.

Baca juga:  DPRD Minta Kisruh PPDB SD Dicarikan Solusi, Tak Ada Istilah Kurang Guru

“Kalau boleh dibilang, tiga tahun terakhir ini SMKN 2 Sukawati menjadi penyelamat Bali di ajang nasional,” ujar Soma saat diwawancara, Jumat (8/5).

Deretan capaian tersebut mengantarkan SMKN 2 Sukawati masuk dalam daftar 100 SMK terbaik nasional versi Pusbernas. Dari Bali, hanya dua sekolah yang masuk daftar tersebut, yakni SMKN 2 Sukawati dan SMKN 1 Denpasar.

Selain itu, sekolah tersebut juga disebut menempati peringkat kedua dalam daftar 10 SMK terbaik di Bali versi salah satu media pendidikan nasional. “Tahun ini kami juga menjadi satu-satunya SMK di Bali yang lolos sebagai pelaksana kebekerjaan luar negeri,” ungkapnya.

Baca juga:  HOAX!!! SK Gubernur Bali tentang Perpanjangan Siaga Darurat Bencana

Tak hanya fokus pada pengembangan internal, Soma juga aktif membantu sekolah lain yang belum memiliki fasilitas praktik memadai. SMKN 2 Sukawati beberapa kali menjadi tempat praktik maupun berbagi fasilitas bagi sejumlah sekolah, seperti SMKN 2 Kuta Selatan, SMKN 6 Denpasar, hingga SLB Negeri 1 Gianyar.

“Kami mencoba berbagi. Jangan hanya bertanya apa yang negara berikan kepada kita, tapi apa yang bisa kita berikan kepada negara,” tegas pria asal Nusa Penida tersebut.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas praktik seperti peralatan kuliner hingga laboratorium Desain Komunikasi Visual (DKV) pernah dipinjamkan guna mendukung proses pembelajaran sekolah lain.

Selain sukses membawa sekolah berprestasi, Soma juga memiliki sejumlah capaian pribadi di bidang pendidikan. Ia tercatat sebagai guru berprestasi, fasilitator Guru Penggerak, fasilitator pembelajaran, serta pernah menjadi fasilitator kepala sekolah se-Sumatera Utara. Saat ini, ia juga tengah melanjutkan pendidikan program doktor (S3) di Universitas Pendidikan Ganesha.

Baca juga:  OSA di Gianyar, 11 Tersangka Diamankan

Menurut Soma, transformasi sekolah dilakukan dengan memperkuat pembelajaran berbasis industri, pengembangan kewirausahaan, hingga persiapan lulusan untuk bekerja di luar negeri. Saat ini SMKN 2 Sukawati memiliki delapan kompetensi keahlian, yakni kriya kayu, kriya logam, kriya keramik, kriya tekstil, busana, desain komunikasi visual (DKV), kuliner, dan perhotelan.

“Awalnya sekolah ini basic-nya kriya. Dalam perjalanan berkembang menjadi delapan kompetensi keahlian. Yang paling diminati sekarang kuliner dan perhotelan,” katanya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN