WNA yang diduga jadi korban penyekapan yang akan dipekerjakan sebagai operator scam diperiksa di Polresta Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Puluhan warga negara asing (WNA) yang diduga jadi korban penyekapan untuk dipekerjakan sebagai operator scam masih diperiksa intensif di Polresta Denpasar.

Di sisi lain, saat melakukan penggeledahan di TKP sebuah guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kelurahan Kedonganan, Badung, polisi menemukan beberapa barang, di antaranya jaket bertuliskan FBI dan bendera Amerika Serikat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra, Rabu (29/4), mengatakan, para korban sampai saat ini masih tutup mulut terkait pelaku yang menyekap dan merekrut mereka. “Guest house tersebut disewa sebulan. Mereka disekap dan akan dijadikan operator scam,” tegasnya.

Baca juga:  FBI: Kemungkinan Asal Pandemi Covid-19 Dari Labotarium di China

Iptu Adi menjelaskan, sampai saat ini pemeriksaan terhadap para korban masih berlangsung. Polresta juga berkoordinasi dengan pihak kedutaan untuk mendampingi warganya. “Kami peroleh informasi awal mereka dijanjikan kerja di Bali,” ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi ini.

Terkait ditemukannya jaket berlogo FBI dan bendera Amerika Serikat, Adi menjelaskan bahwa hal itu masih didalami mengenai tujuan adanya barang-barang tersebut di TKP. Sementara, paspor para korban sudah diamankan. Oleh karena itu, anggota Satreskrim Polresta Denpasar berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

Baca juga:  Ratusan Napi Lapas Kerobokan Terima Remisi, 4 WNA

Seperti diberitakan sebelumnya, personel gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Kuta yang dipimpin Kapolresta Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menggerebek markas operator scam di salah satu guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai Gang Karang Sari, Kelurahan Kedonganan, Badung, Senin (27/4). Di TKP polisi mengamankan 27 orang, terdiri dari 26 WNA dari berbagai negara dan satu WNI.

Penggerebekan itu merupakan tindak lanjut atas laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta terkait dugaan adanya penyekapan warga negaranya yang dipekerjakan sebagai operator scam. Hasil pemeriksaan, petugas mendapati beberapa kamar di lantai dua telah dimodifikasi menjadi ruang kerja yang dilengkapi perangkat elektronik seperti laptop serta jaringan internet. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Gabsi Bali Seleksi Pemain Bridge
BAGIKAN