Penyerang tim nasional Irak Ali Alhamadi merayakan golnya ke gawang Bolivia pada final play-off interkonfederasi Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Kanada, Selasa (31/3). (BP/Dok. FIFA)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sejarah besar akhirnya ditorehkan Irak. Setelah menunggu selama 40 tahun, tim berjuluk “Singa dari Mesopotamia” itu resmi kembali tampil di Piala Dunia 2026 usai menundukkan Bolivia dengan skor 2-1 pada final play-off interkonfederasi di Stadion Monterrey, Rabu (1/4) pagi WIB.

Irak tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui gol cepat Ali Al-Hamadi. Namun Bolivia mampu merespons dengan baik dan menyamakan kedudukan lewat Moises Paniagua pada menit ke-38.

Baca juga:  Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jerman Taklukkan Irlandia Utara

Dirilis dari Kantor Berita Antara, memasuki babak kedua, Irak kembali menunjukkan ketajamannya. Gol penentu kemenangan hadir pada menit ke-53 melalui Aymen Hussein, yang memastikan kemenangan 2-1 sekaligus tiket menuju panggung dunia.

Keberhasilan ini menjadi momen emosional bagi Irak yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1986 yang juga merupakan debut mereka. Kini, setelah empat dekade, Irak kembali membawa harapan baru di kancah sepak bola internasional.

Baca juga:  Tak Mainkan Match Day, Posisi Indonesia Tak Bergeser di Peringkat FIFA

Dengan lolosnya Irak, total sembilan wakil Asia dari AFC akan berlaga di Piala Dunia 2026, yakni Iran, Jepang, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Uzbekistan, Australia, dan Irak sendiri.

Menariknya, dua negara yakni Yordania dan Uzbekistan akan mencatat debut di ajang Piala Dunia.

Pada putaran final nanti, Irak tergabung di Grup I bersama tim-tim kuat seperti Prancis, Senegal, dan Norwegia. Laga perdana Irak dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni melawan Norwegia.

Baca juga:  12 Timnas dari Eropa Amankan Tiket Otomatis Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Kini, dunia menantikan kiprah Irak setelah penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN