I Putu Herry Widhi Andika. (BP/Istimewa)

Oleh I Putu Herry Widhi Andika

Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan sangat dibutuhkan oleh manusia. Salah satu pendidikan tersebut yakni pendidikan jasmani.

Pendidikan jasmani bisa dikatakan sebagai wadah atau wahana yang mampu mendidik manusia untuk mendekati kesempurnaan hidup secara alamiah yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan sehari-hari, dan diharapkan melalui Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan kebugaran, dapat menjadikan kesehatan fisik peserta didik akan tetap terjaga.

Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental serta kemampuan kognitif peserta didik. Selain itu olahraga tidak hanya melatih tubuh, tetapi juga otak, dengan meningkatkan kemampuan kognitif seperti
konsentrasi, pemahaman, dan pemecahan masalah.

Pentingnya mengintegrasikan aktivitas fisik dalam proses pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan informasi. Ketika peserta didik terlibat dalam aktivitas fisik seperti berjalan atau berlari, aliran darah ke otak meningkat, yang dapat memperkuat kemampuan mereka untuk memahami dan mengingat materi pembelajaran.

Baca juga:  Kalah Game Online, Sembilan Anak Gasak Sesari Pura

Manfaat jangka panjang dari pendidikan jasmani juga telah terbukti secara empiris. Peserta didik yang secara teratur terlibat dalam aktivitas fisik cenderung memiliki
tingkat absensi yang lebih rendah dan mencapai hasil akademik yang lebih tinggi.

Pada pendidikan jasmani, aktivitas fisik sedikit lebih banyak dibandingkan dengan teori. Selain guru menjelaskan dan mempraktekan, penggunaan video juga efektif digunakan sebagai media belajar peserta
didik. Penggunaan media video yang menarik juga akan menambah minat belajar peserta didik, sehingga transfer ilmu akan menjadi maksimal.

Dari pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada saat ini. Perkembangan teknologi ini tentunya berdampak positif bagi kemajuan peserta didik baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

Baca juga:  Game Online Marak, Kekhawatiran Ganggu Tumbuh Kembang Mengemuka

Perkembangan teknologi di luar dunia pendidikan, salah satunya ditandai dengan munculnya jenis permainan audio visual dan komputer yaitu elektronik game atau game online. Pada dasarnya bermain game online memang sangat menyenangkan dan menjadi sebuah wahana untuk melepas penat atau kejenuhan.

Game online tidak hanya membawa kegembiraan untuk peserta didik, jika berlebihan bermain game online dapat menjadikan seseorang kecanduan dan lupa waktu. Game online yang beredar di masyarakat terdiri dari banyak jenis dan memiliki konten yang beragam.

Game online terkadang banyak menampilkan hal-hal yang negatif, yaitu banyak menampilkan tindakan kriminaldl dan kekerasan, seperti halnya perkelahian, perusakan, pencurian, dan juga pembunuhan. Hal-hal semacam itu akan membuat alam bawah sadar seseorang terpengaruh dan menganggap kehidupan nyata sama seperti kehidupan yang terjadi di dalam game, dan tidak menutup kemungkinan apa yang dilihat di dalam game akan dilakukan di kehidupan nyata.

Baca juga:  Masyarakat Agar Bersiap Diri Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

Perbedaan antara pendidikan jasmani dengan game online terlihat sangat jelas. Pendidikan jasmani pada peserta didik harus lebih ditingkatkan, sedangkan untuk
game online sebaiknya perlu mendapat perhatian khusus bahkan dikurangi apabila menimbulkan dampak negatif. Pendidikan fisik yang telah diintegrasikan ke dalam kurikulum dengan pendekatan yang lebih terstruktur harus diterapkan ke masing-masing sekolah.

Sekolah diharapkan memperkenalkan konsep “pembelajaran berbasis olahraga”, yang mana konsep pemebelajaran diterapkan dalam konteks permainan atau latihan fisik. Jadi, peningkatan fokus pada kesejahteraan peserta didik dan pendidikan yang holistik, integrasi pendidikan fisik dalam kurikulum sekolah menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Langkah-langkah proaktif seperti ini diyakini akan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi
mendatang.

Penulis, Dosen Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

BAGIKAN