Putu Rizki Ari Yasa Wibawa (kiri) saat menjadi peserta pameran di BRILianpreneur 2023. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tak banyak generasi muda yang mau merintis usaha di sektor pertanian dan mengembangkannya hingga bisa menembus pasar ekspor. Dari segelintir orang itu, Putu Rizki Ari Yasa Wibawa (25) adalah salah satunya.

Rizki bersama sang ibu, Ni Sayu Ketut Suartini, merintis usaha Rumah Coklat CK yang merupakan produsen beragam produk turunan Kakao, mulai dari coklat batangan, bubuk coklat, kakao nibs, hingga minumas kemasan. Pria yang lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana ini pun menuturkan awal ketertarikannya terjun ke usaha produk olahan kakao yang berlokasi di Desa Candikusuma, Jembrana ini.

“Usaha ini dirintis pada 2019 karena melihat potensi kakao fermentasi dan tidak difermentasi yang besar di desa kami, Candikusuma. Saat itu belum ada yang mengolah kakao fermentasi ini menjadi coklat dan produk turunannya,” ujar co-founder Rumah Coklat CK ini saat diwawancarai Senin (1/4).

Kemudian, ibunya yang merupakan perintis dari usaha ini membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Sari yang beranggotakan 20 orang. Pekerjanya merupakan ibu rumah tangga (IRT) yang ada di sekitar rumah produksi. Mereka bekerja sampingan di Rumah Coklat CK untuk menambah penghasilan.

KWT ini memperoleh hibah dari Bank Indonesia lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa gedung produksi hingga peralatan untuk mengolah kakao menjadi coklat.

Baca juga:  Ratusan Ribu Siswa SD di Bali akan Divaksinasi COVID-19

Dari sana lah, usaha ini kemudian berkembang hingga mampu ekspor ke sejumlah negara. Di 2021, usaha yang dirintis tersebut memperoleh kredit usaha rakyat (KUR) dari BRI. “Awal mulanya, kami pinjam Rp5 juta untuk menambah modal membuat kemasan produk. Setelah itu, lanjut pinjam Rp20 juta. Sedangkan yang terakhir ini, kami pinjam di BRI sebesar Rp50 juta, tapi sudah bukan jenis KUR,” sebut Rizki.

Ia mengaku memperoleh pendampingan dari mantri BRI sehingga usahanya bisa berkembang. “Banyak benefit yang kami peroleh dari BRI lewat pendampingan mantri. Kami lebih mudah dalam mencari kredit dan promosi produk,” ungkapnya.

Sejumlah produk Rumah Coklat CK. (BP/Istimewa)

Bahkan sebagai nasabah KUR, ia diajak ikut berpameran oleh Kantor Wilayah BRI Denpasar pada 2021. Kemudian di 2023, Rumah Coklat CK juga ikut sebagai peserta BRILianpreneur. “Kami didampingi dalam expo dan bertemu buyer dan artisan coklat yang berasal dari seluruh Indonesia maupun luar negeri,” kenangnya.

Selama 4 hari mengikuti BRILianpreneur pada 7 sampai 10 Desember 2023 di Jakarta, ia pun bisa memperluas pasar karena mendapatkan relasi, suplier, dan buyer. Untuk buyernya, diakui mayoritas masih dari Indonesia, seperti Jakarta, Jawa Timur, dan Bali. Sedangkan dari negara lain, ia mengaku sudah ada buyer dari China yang tertarik.

Baca juga:  Bisnis Nasabah Premium BRI Meningkat 22,5 Persen

Produk Rumah Coklat CK ini disebutnya sudah dipasarkan ke Jepang. Saat ini, pihaknya juga sedang menjajaki pemasaran ke Belanda.

Produksinya mencapai 50 kilogram per hari dengan varian produk mencapai 12 item. Yaitu cokelat batangan yang memiliki 7 varian rasa, minuman coklat bubuk, kakao nibs, kakao bubuk, dan minuman kemasan. Ia pun juga menawarkan buket dan hampers yang bisa dibuat sesuai pesanan.

Ditanya omzet, ia mengaku selama hampir 5 tahun beroperasi mengalami kenaikan. Di awal berproduksi, omzetnya Rp5 juta per bulan. Namun di 2023, omzetnya sudah meningkat menjadi Rp50 juta dalam sebulan.

Ia berharap ke depannya bisa lebih memberdayakan masyarakat Desa Candikusuma dan sekitarnya, terutama generasi muda. Sebab, saat ini ia melihat bahwa generasi seusianya lebih banyak yang tertarik bekerja di luar negeri.

Pria yang mengaku suka tantangan dan inovasi ini pun berharap pemerintah dan perbankan bisa mendukung UMKM berkembang lewat regulasi dan pendampingan.

Sejumlah produk Rumah Coklat CK. (BP/Istimewa)

Belum lama, Lead Kurator UMKM EXPO(RT) BRILianpreneur 2023, Diana Nazir, mengungkapkan pihaknya melakukan kurasi dengan melihat berbagai aspek. Ia pun mengatakan telah meloloskan UMKM yang siap dan layak masuk ke pasar global. “Tidak hanya dari aspek desain dan kemasan, tapi juga memenuhi syarat legalitas dan sertifikasi dari tiap jenis produknya,” jelas Diana dikutip dari keterangan tertulisnya.

Baca juga:  ForBALI dan Pasubayan Desa Adat Pastikan Terus Berjuang Menolak Reklamasi

Dalam kegiatan pameran yang menyasar pasar ekspor itu, ada lima e-commerce yang berkerja sama, yakni PadiUMKM, Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Zalora. Setelah UMKM diberikan pelatihan on-boarding, BRI juga mendorong peningkatan transaksi penjualan UMKM di e-commerce.

Ada 512 UMKM terkurasi yang ikut dalam kegiatan ini. Selain pameran, digelar pula talkshow, live shopping e-commerce, fashion show, shopping race, music performance, pojok konsultasi, foto produk gratis, UMKM Awards, Business Matching Award, Championship dan kegiatan lain yang menyedot pengunjung.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan dalam mendukung merealisasikan penjualan UMKM secara global, BRI memiliki enam kantor di luar negeri yang sudah bekerja sama dengan 1.200 bank. “BRI juga membekali UMKM dengan berbagai pelatihan yang telah diselenggarakan sebelum business matching dilaksanakan. Kami harapkan terjalin komitmen pembelian produk UMKM sehingga dapat semakin memperluas akses pasar global,” katanya.

BRI pun menargetkan pasar potensial, seperti Jepang, Hongkong, UEA, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Belanda, Italia, Australia, dan Selandia Baru. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN