Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pascaperburuan liar yang menewaskan belasan hewan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Kawasan Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, polisi minta pelaku untuk segera menyerahkan diri. Polisi sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan melakukan penyelidikan terhadap plat mobil kendaraan terduga pelaku.

Dikonfirmasi Minggu (15/10) Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika menjelaskan, Unit 4 Satreskrim Polres Buleleng sudah melakukan olah TKP di tempat kejadian. Sejumlah barang bukti pun sudah diamankan.

Baca juga:  Antisipasi Peredaran Narkoba di Pelosok Desa, BNNK Badung Gelar P4GN di Petang

Bahkan personel kepolisian sudah melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku yang disinyalir berasal dari Kabupaten Jembrana. “Identitas terduga berupa KTP sudah diamankan, termasuk mobil yang digunakan juga dilakukan penelusuran siapa pemilik kendaraan oleh personel,” terangnya.

Lanjut Darma, dari hasil keterangan saksi dalam hal ini Petugas TNBB, menyebut terduga pelaku nya ada dua orang. Mereka diketahui melarikan diri ke tengah hutan produksi.

Baca juga:  Jalur Singaraja-Gilimanuk Makan Korban, Pengendara Tewas Tertabrak Pikap

“Untuk saat ini masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan. Mudah-mudahan dari keterangan yang didapat sesuai dengan petunjuk saksi yang melihat di lapangan,” pungkasnya.

Kuat dugaan terduga pelaku masuk ke TNBB sehari sebelumnya. Adanya perbaikan jalan di Kawasan TNBB, membuat para pelaku dengan mudah masuk ke kawasan itu dan mengelabui penjagaan di TNBB. “Itu indikasi ada proyek perbaikan jalan dan pengaspalan, mungkin mempermudah pelaku masuk ke tengah hutan,” tutupnya.

Baca juga:  Menyalahartikan Pasal 33, Ini Peringatan Wapres JK kepada Kepala Daerah

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan satwa di TNBB kawasan Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ditemukan mati tertembak pada Sabtu (14/10) dini hari. Kuat dugaan matinya belasan hewan jenis rusa, babi hutan dan menjangan ini lantaran diburu. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN