Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (tengah) memantau proses pemadaman di TPA Mandung, Kerambitan pada Sabtu (14/10). (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya meninjau proses pemadaman kebakaran di TPA Mandung, Kecamatan Kerambitan, pada Sabtu (14/10) siang. Bupati Sanjaya sudah sampai di Pura Besakih, Karangasem, langsung putar balik untuk melakukan koordinasi.

Ia bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Tabanan melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan. Dikatakannya dalam upaya melakukan pemadaman ini, pihaknya sudah membuat tim lintas OPD sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.

“Saya sudah minta pada Pak Sekda untuk membuat tim koordinasi lintas OPD. Karena menangani kebakaran ini, tanggung jawabnya kan LH (Dinas Lingkungan Hidup) karena TPA. Kedua, ngurus api jawabnya Dinas Satpol PP, sedangkan untuk air, subak, dan lain-lain, lingkungannya ada Dinas Pertanian. Bencana ada BPBD,” ungkapnya.

Baca juga:  Sikapi Mewabahnya COVID-19, Umat Hindu Diminta Jaga Kesehatan dan Berdoa

Dalam kesempatan itu, ia mengaku menerima telepon dari Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, terkait koordinasi untuk membuang sampah di TPA Mandung karena TPA Suwung mengalami kebakaran hebat. “Tadi malam saya sudah ACC, ternyata TPA Mandung kejadian juga (kebakaran, red),” sebutnya.

Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Desa Kelating agar bisa membuang sampah di sana. Termasuk, jika nantinya ada sampah kiriman dari Denpasar selama pemadaman kebakaran di TPA Suwung berlangsung.

Baca juga:  Lansia Hilang di Areal Pura Bomo, Lokasinya Terkenal Angker

Kebakaran melanda TPA Mandung yang berlokasi di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan pada Sabtu (14/10). Api mulai terlihat melanda tempat pembuangan sampah terbesar di Tabanan itu pada dini hari.

Dari pantauan, sekitar pukul 10.00 WITA, api sudah membesar dan meluas. Kobaran api cukup mengkhawatirkan mengingat relatif dekat dengan rumah-rumah warga.

Menurut Kepala DLH Tabanan, Gusti Putu Ekayana yang ditemui di lokasi, kebakaran ini sifatnya sporadis karena percikan api ada di sejumlah lokasi terpicu gas metan yang mengendap di tumpukan sampah. Ia mengatakan untuk sementara, pengiriman sampah di Mandung distop. Sampah diarahkan ke tempat pembuangan di Kelating atau eks galian C.

Baca juga:  Terkait KTT G20, Bandara Ngurah Rai akan Sesuaikan Operasional

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat Desa Kelating untuk hal ini. “Sudah koordinasi. Pihak Kelating siap menerima,” katanya.

Sementara itu, terkait luasan TPA Mandung, saat ini mencapai 2,7 hektar. Sebanyak 1,8 hektar untuk TPA dan sisanya Kantor IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja).

Sampah rata-rata per hari yang masuk ke TPA mencapai sekitar 110 ton atau kurang lebih 50 truk dan 20 mobil pikap. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN