Menkop UKM Teten Masduki (tengah) didamping Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat (kanan) saat kunjungan ke pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (8/8). (BP/Istimewa)

SEMARANG, BALIPOST.com – PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, TBK bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen membantu para petani herbal dan UMKM di Indonesia. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan Menkop UKM Teten Masduki ke pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (8/8).

Tak hanya meninjau pabrik, Teten dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat juga secara simbolis memanen tanaman stevia yang kini sedang dikembangkan. Teten dan Irwan juga berdialog dengan para petani jamu dan mendengarkan cerita para pelaku UMKM.

Irwan mengatakan, Sido Muncul berkomitmen membantu para petani rempah agar dapat mengembangkan produknya. Sido Muncul pun akan terjun langsung membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani rempah selama ini.

Hal tersebut dilakukan sebab para petani dan UMKM juga punya andil yang besar sebagai supply chain bagi industri jamu Sido Muncul. “Kami berdua dapat ide, salah satu tujuan Pak Menteri ke Sido Muncul adalah bagaimana agar Sido Muncul dapat berpartisipasi membantu koperasi atau UKM. Satu, tentang proses produksi, kami kan punya fasilitas, kami akan mendampingi UMKM. Kedua kami juga akan membantu, kalau UMKM punya produk kami bantu teknisnya, nanti bisa dilakukan uji stabilitas di tempat kami dengan fasilitas kami. Ketiga kami punya laboratorium tanaman rempah Sido Muncul yang melakukan riset tanaman,” kata Irwan.

Baca juga:  Manfaatkan Obat Herbal, Tolak Angin Sido Muncul Gelar Simposium Nasional

Irwan menyebut, hasil riset itu nantinya akan dibagikan kepada petani atau UMKM agar bisa dikembangkan. Irwan ingin benih-benih rempah jamu berkualitas yang berhasil diciptakan juga bisa dinikmati oleh para petani.
Irwan pun berharap, sinergi ini akan dapat membantu para petani dan UMKM agar lebih maju dan berdaulat. Nantinya Sido Muncul akan membagikan mesin-mesin packaging. Data-data terkait pun akan diberikan kepada Kemenkop UKM.

Baca juga:  Satgas Pengawasan Koperasi Harus Bertindak Tegas

“Saya rasa jika sinergi dilakukan akan lebih optimal hasilnya,” harap Irwan.

Menkop UKM menjelaskan, nantinya kebutuhan bahan baku jamu Sido Muncul akan dipasok para petani yang ikut dibantu dalam program ini. Sebagai pemasok rempah Sido Muncul, para petani memiliki kelebihan yang akan membantu peningkatan produk. “Kami menindaklanjuti MoU dengan Sido Muncul beberapa waktu lalu. Pertama, kerja samanya bagaimana menjadi offtaker dari produk petani penghasil rempah yang sudah kami koperasikan,” jelas Teten.

Jadi koperasi petani penghasil rempah menjadi supply chain jadi bagian dari rantai pasok di industri jamu Sido Muncul. Ini penting adanya offtaker karena ini akan memberikan kemudahan bagi perbankan untuk membiayai para petani kecil yang tergabung dalam cluster. “Jadi bisa dapat pembiayaan sampai Rp 500 juta per orang,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya akan membantu para petani melalui koperasinya agar dapat memiliki mesin pengolahan. Mesin ini dibutuhkan untuk menjaga kualitas rempah jamu yang akan dihasilkan. “Nanti akan kita kombinasikan dengan pembiayaan untuk koperasinya. Supaya koperasinya bisa memiliki mesin pengolahan. Supaya kualitas rempah-rempah yang diproduksi petani itu bisa sesuai dengan standar Sido Muncul,” imbuh Teten.

Baca juga:  TNI Polri Lakukan Pengendalian Penularan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Di sisi lain, petani rempah kapulaga asal Kabupaten Banyumas, Sobirin Firdaus, juga mengucapkan terima kasih lantaran Sido Muncul mau membantu dan terjun langsung membimbing para petani kapulaga agar hasil tanam mereka baik dan berkualitas.

“Jadi kami di desa budidaya tanaman kapulaga. Alhamdulillah dari tahun 2018 kita bersama dengan Sido Muncul, sekali kirim (setiap satu bulan) bisa 4-5 ton. Kita juga dibimbing, dibina, di-support supaya bisa produksi bahan jamu yang sesuai standar. Dulu sebelum dibina kami suka ditolak sekarang sudah enggak lagi,” kata Sobirin. (bns/balipost)

BAGIKAN