Produk Balista. (BP/dokumen balimall.id)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah masyarakat di Bali memproduksi arak untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, para perajin lokal ini pun dibantu oleh perusahaan untuk bekerja sama memproduksi arak.

Di Bali sendiri, terdapat berbagai merk arak yang memiliki citarasa yang berbeda dan menggunakan bahan dasar yang berbeda-beda. Berikut tujuh merk arak Bali yang memiliki citarasa khas dilansir dari berbagai sumber :

1. Baliku

Baliku merupakan merk minuman beralkohol yang berbahan dasar salak Bali. Salak yang digunakan yaitu salak sibetan yang berasal dari Desa Sibetan. Berbeda dengan salak dari daerah lainnya yang kecut, salak ini lebih didominasi rasa manis. Baliku juga turut memberdayakan petani lokal yang sempat mengeluh tentang harga salak yang murah.

Baca juga:  Denpasar Benarkan Warganya Meninggal Positif COVID-19

Ada berbagai pilihan minuman yang ditawarkan merk ini, mulai dari Baliku Wine Salak, Baliku Brandy Salak, Luwak dan Wildcock Vodca.

2. Bumbung

Berdiri pada tahun 2021, merk arak satu ini merupakan kolaborasi antara arak kelapa khas Bali dan American white oak untuk membuat wiski dengan gaya baru dari Bali. Minuman ini memiliki rasa vanilla dan wangi karamel. Selain itu, arak ini akan meninggalkan rasa kelapa, cokelat, dan rempah-rempah di langit-langit mulut.

3. 31 Buana

31 Buana merupakan arak yang diproduksi oleh warga Desa Tri Eka Buana, Sidemen, Karangasem, yang sudah bertahun-tahun menjadi pengrajin arak. Arak yang diproduksi oleh warga desa ini memiliki rasa yang manis dan gurih, sebab terbuat dari kelapa murni tanpa campuran lainnya.

Baca juga:  Samsung Hadirkan Galaxy Z Fold2, Perpaduan Desain Kokoh dan Ragam Fitur Baru

4. Sajeng Tamian

Merk arak satu ini berkomitmen untuk memberdayakan petani pohon kelapa di Desa Abah, Karangasem. Sebelum menjadi arak, minuman ini melalui proses pembuatan tuak terlebih dahulu. Para petani menggunakan sistem fermentasi alami yang disebut “ngelauin” yang dilakukan selama kurang lebih tiga hari sejak panen. Kemudian, dilanjutkan dengan proses destilasi.

5. Arak Jeruk Cempaka Kintamani (AWAN)

Produksi arak merk ini menggunakan buah jeruk paska musim panen yang sebelumnya sangat tidak produktif. Hasil jeruk paska panen tersebut diolah kembali menjadi sebuah produk yang layak dijual dan aman dikonsumsi.

6. Balista

Ballista merupakan arak yang dicampur dengan kopi. Ide ini berangkat dari kebiasaan masyarakat yang minum kopi dicampur arak, hingga akhirnya diluncurkan minuman kopi alkohol (coffee liqueur) dengan brand Balista.

Baca juga:  Derita Kanker Paru, Pekak Jegog Berpulang

7. Iwak Arumery

Diproduksi langsung oleh petani lokal di beberapa kecamatan di Kabupaten Karangasem, arak ini berbahan dasar lontar, jaka, dan kelapa. Bahan-bahan tersebut kemudian diramu dengan rempat-rempah, madu, hingga buah-buahan.

Ada berbagai buah yang menjadi campuran Iwak Arumery, antara lain manga, jeruk bali, nanas, kopi, ragam jenis beri, bunga telang, hingga kurma. Sementara untuk rempah-rempah ada jahe merah, vanili, kayu manis, dan cengkeh.

Arak Bali di atas tentunya memiliki rasa yang berbeda-beda, tapi semuanya menawarkan rasa yang nikmat dan sayang untuk dilewatkan. (kmb/balipost)

BAGIKAN