"Taman Pitbull" yang mangkrak akan dihapuskan dan dijadikan lokasi Gedung KPU Jembrana yang baru. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Taman latihan Pitbull di pinggir jalan Udayana, Negara mangkrak. Taman yang berisi satu bangunan kecil dan kandang ini tak dimanfaatkan sejak selesai dibangun 2017 dengan anggaran Rp 193 juta.

Kini lahan yang berada satu areal dengan Kantor KPU Jembrana itu akan diputihkan (dihapus). Rencananya lahan tersebut akan digunakan sebagai tempat pembangunan gedung baru KPU dengan dua lantai

Saat ini tender pembangunan gedung KPU itu sudah proses. “Sebelum kontrak pengerjaan, Taman Pitbull itu akan kita hapuskan, sudah diajukan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Sudiarta, Rabu (29/6).

Baca juga:  Mulai Padat, Arus Kendaraan Roda Empat lewat Pelabuhan Gilimanuk

Pembangunan Gedung KPU dipastikan dilakukan tahun ini menggantikan gedung lama yang sudah uzur dan kurang layak. Gedung KPU saat ini sering kebanjiran saat musim hujan.

Saat ini tender sudah dilakukan dengan nilai pagu paket Rp2.001.869.194 di bawah Dinas PUPRPKP Jembrana. Ditargetkan pengerjaan gedung KPU baru ini selesai pada tahun depan.

Sementara itu, dari pengamatan Taman Pitbull saat ini nampak kurang terawat. Satu bangunan kecil dipenuhi kotoran kelelawar dan di sekitar kandang diselimuti rumput liar. Hanya tersisa pagar dari besi mengelilingi taman. Sedangkan di sekeliling taman juga terdapat jogging track juga diselimuti rumput.

Baca juga:  Bupati Artha Launching Gedung Baru RSU Negara, Fasilitas Lebih Lengkap

Ketua KPU Jembrana, I Ketut Gde Tangkas Sudiantara membenarkan kondisi yang memang kurang layak terutama ketika musim hujan dan kebanjiran. Dengan adanya gedung baru KPU yang akan dibangun menurutnya lebih representatif. Selain tidak kebanjiran juga dapat dijadikan tempat pertemuan atau rapat yang tidak perlu dilakukan di luar. “Kami rasa nantinya ada penghematan, dari sewa gedung untuk rapat dan makan minum untuk rapat,” ujarnya. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Anak Tiga Bersaudara Ini Kini Bergantung Hidup dari Kerabat Ayahnya
BAGIKAN