Abrasi di Pantai Kuta kian parah. (BP/Dokumen)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Abrasi yang terjadi di kawasan Pantai Kuta, berdampak pada keberadaan sarang penyu di kawasan tersebut. Dahulu di kawasan ini bisa ditemukan sampai ratusan sarang penyu, namun sekarang jumlahnya di bawah 50 sarang.

Koordinator Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center, I G.N. Tresna mengatakan jumlah temuan sarang penyu mengalami penurunan signifikan, seiring dengan abrasi yang menggerogoti Pantai Kuta. Bahkan kondisi abrasi terbilang sangat parah. “Jadi sekarang ini penyu sulit mendapat lokasi yang pas dan nyaman untuk bertelur. Biasanya bisa mencapai 150 hingga 200 sarang. Tapi sekarang, hingga saat ini baru 43 sarang saja,” katanya.

Baca juga:  Hadir Rapat Bahas Andal Tol Gilimanuk-Mengwi, Walhi Pertanyakan Pengganti Lahan Pertanian Dilintasi Trase

Apabila abrasi ini terus dibiarkan, penyu dipastikan enggan untuk datang dan bertelur di Pantai Kuta. Untuk itu, dirinya berharap rencana penataan pantai bisa segera terealisasi. Terutama penambahan pasir pantai.

Walaupun saat ini temuan sarang penyu tidak sebanyak dahulu, ia memastikan langkah-langkah konservasi tetap dilakukan secara maksimal. Begitu ada telur yang menetas akan langsung dilakukan pelepasliaran. Seperti pada Selasa (10/5), terdapat 23 telur penyu lekang yang menetas.

Baca juga:  Khawatir Pariwisata Bali Makin Terpuruk, Menteri Sandiaga Pertimbangkan FCC untuk Datangkan Wisman

Puluhan tukik yang lahir itu kemudian langsung dilepasliarkan ke laut oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin beserta rombongan. “Dengan hadirnya Pak Wapres, kami berharap kegiatan konservasi yang sekaligus menjadi daya tarik di Pantai Kuta ini bisa semakin menggaung,” harapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN