Karateka Bangli. (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Kontingen Bangli hanya mengandalkan 5 cabor, di ajang hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. Kelima cabor tumpuan Bangli, yakni pencak silat, karate, judo, yongmoodo, dan atletik, yang masuk kategori grade-1.

Sekum KONI Bangli Nengah Budiarsa, di Bangli, Rabu (20/4) menerangkan, kelima cabor andakan berdasarkan prestasi Porprov Bali XIV/2019, di Tabanan yang menduleng medali emas. Hanya, dirinya mempertanyakan apakah peraih emas Porprov 2 tahun lalu, masih berpeluang kembali menyabet emas, pada Porprov Bali XV/2022. “Apalagi, selama pandemi covid-19, jarang ada kejuaraan. Bahkan, sampai saat ini juga minim event,” tegasnya.

Baca juga:  Atlet Kurash Bali Persiapan ke Pra PON

Karena itu, pihaknya menyerahkan kepada Binpres KONI Bangli, untuk bekerja guna memutuskan kuota atlet yang layak diterjunkan ke ajang porprov. “Kami akui memantau catatan prestasi terakhir atlet juga susah, karena lagi-lagi hampir tak ada kejuaraan,” katanya.

Hal ini tentu berbeda dibandingkan hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia, dimana atlet sebelum tampil di PON, harus melalui seleksi di Pra PON. “Sementara Pra Porprov kan tidak ada. Padahal, Pra Porprov penting guna memantau perkembangan prestasi terbaru atlet,” ucapnya.

Baca juga:  Transformasi STKIP Suar Bangli Jadi Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali, Badan Penyelenggara Komit Tingkatkan Kualitas

Sebaliknya, lanjut dia, bagi atler cabor grade-1 namun selama covid-19 tidak pernah berlatih, hingga prestasinya merosot, kemudian disalip atlet grade-2 (penyumbang perak), grade-3 (peraih perunggu), termasuk grade-4 (belum menyumbang medali, tetapi ke depan potensinya berpeluang berkembang pesat). “Saya kira bisa saja terjadi, atlet grade-1 malas berlatih dan prestasinya menurun, sedangkan atlet grade-2, 3, dan 4, yang getol berlatih, prestasinya justru bisa menyodok,” papar dia.

Baca juga:  Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur Digelar Dua Minggu

Ia memprediksi, prestasi Bali 20 cabor yang mampu menyumbang medali dari grade-1, 2, dan 3, sedangkan sisanya 10 cabor belum mampu menyumbang medali. Nengah Budiarsa tetap optimis pelaksanaan Porprov Gotong Royong mampu mendongkrak prestasi Bangli yang dipimpin Ketua Kontingennya AA Gede Oka, berhasil melepaskan diri dari posisi juru kunci. “Keyakinan saya itu berdasarkan semangat juang kontingen Bali di PON XX Papua 2021, terbukti sukses bercokol di urutan kelima ” jelasnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN