Pembangun kampus Upaya Indonesia Damai (UID) sedang berlangsung di BTID, Serangan, Denpasar, Bali. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Massachussets Institute of Technology (MIT), universitas teknologi bergengsi di Amerika Serikat, tidak sedang membangun kampus teknologi di Bali. Hal ini ditegaskan Sarah McDonnell, Deputy Director, Media Relations MIT News Office, Jumat (14/1), lewat emailnya.

Ia menyampaikan koreksi ini terkait pemberitaan “Dua Universitas Internasional Bangun Kampus Teknologi di Bali” yang dimuat di balipost.com pada 28 Desember 2021. Dalam berita yang dikutip dari Kantor Berita Antara itu, disebutkan dua universitas bergengsi dari Amerika Serikat dan China membangun kampus di Bali. Kampus pusat pendidikan teknologi bergengsi dan bertaraf internasional ini berlokasi di Denpasar.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika yang melakukan kunjungan ke lokasi proyek kampus di Bali Turtle Island Development (BTID) di Desa Serangan, dua universitas yang kini bekerja sama tersebut adalah Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Tsinghua University. “Tsinghua University sebagai universitas nomor satu di Tiongkok bekerja sama dengan MIT, universitas nomor satu di Amerika dan dunia, membangun satu lembaga pendidikan di sini,” kata Pastika dikutip Kantor Berita Antara, Selasa (28/12).

Baca juga:  Dari Hari Ini Tak Ada Wilayah Laporkan Tambahan Kasus 3 Digit hingga Tambahan Kasus COVID-19 Bali Mulai Turun

McDonnell memaparkan bahwa saat ini MIT tidak sedang bekerjasama dengan Tsinghua untuk membangun apapun di Bali. “Kami mengetahui bahwa salah satu professor MIT memberikan saran ke sebuah organisasi non-profit di Bali yang kemungkinan memiliki koneksi dengan Tsinghua dan kampus teknologi yang sedang dibangun itu. Namun, ia tidak melakukannya sebagai bagian dari pekerjaannya di MIT,” papar McDonnell.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tidak akurat jika menyebutkan bahwa MIT bekerjasama dengan Tsinghua dalam membangun kampus teknologi di Bali. “Kami tidak melakukannya,” tegas McDonnell.

Baca juga:  Dalam Sebulan, Impor Bali Naik Dua Kali Lipat Karena Ini

Disampaikannya, dirinya tidak mengetahui adanya keterangan pers terkait MIT bekerjasama dengan Tsinghua di Bali. Jika terdapat keterangan pers terkait kerjasama itu beredar, ia menyebut hal itu tidak benar dan dikirim tanpa adanya izin dari MIT. “Jika ada keterangan pers terkait kerjasama MIT dengan Tsinghua di Bali, itu tidak benar dan dikirim tanpa izin dari MIT,” katanya.

Sebelumnya, dalam berita yang diterbitkan itu, Pastika mengatakan pembangunan kampus yang nantinya dinamakan Upaya Indonesia Damai (UID) tersebut sudah terencana saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Bali. “Rektor Tsinghua University juga sudah pernah datang ketemu saya saat masih menjadi gubernur,” ucapnya.

Namun, pembangunannya sempat tersendat karena kendala perizinan. Sehingga proyek itu baru dimulai pengerjaannya pada 2021.

Baca juga:  Tangis Haru Warnai Sidang Jerinx

Dengan dibangunnya kampus teknologi bergengsi bertaraf internasional tersebut, Pastika menilai kualitas sumber daya manusia Bali, manusia Indonesia dan bahkan manusia dunia akan makin meningkat. Mantan Kapolda Bali ini menambahkan, konsep kawasan pendidikan yang dibangun juga berlandaskan filosofi Tri Hita Karana yakni keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan lingkungan.

Agung Bhuana selaku legal and licensing PT BTID mengatakan proyek gedung utama kampus Upaya Indonesia Damai (UID) ditargetkan dapat dirampungkan pada Juli 2022. Rencananya gedung utama kampus yang dibangun empat lantai itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20. Selain gedung utama, juga akan dibangun sejumlah unit gedung pendukung, yang berlokasi berdekatan dengan gedung utama. (kmb/balipost)

BAGIKAN