Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno (tengah) didampingi Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kiri) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho. (BP/edi)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan rangkaian event KTT G20 sudah dimulai. Rangkaian acara yang jumlahnya mencapai sekitar seratusan kegiatan ini tak hanya dipusatkan di Nusa Dua, Badung, melainkan diusahakan bisa tersebar ke seluruh Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Nia Niscaya, mengatakan akan mengambil upaya agar seluruh wilayah di Bali bisa menikmati dampaknya. Untuk itu, kata Nia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktur MICE di Kementerian Pariwisata.

Ia mengungkapkan akan ada sebanyak 120 booking kegiatan yang akan tersebar. Bahkan, sebagai upaya pemerataan kunjungan wisatawan saat pelaksanaan KTT G20 di Bali, pihak kementerian sudah memberikan penawaran paket-paket tour selama di Bali, yang sudah dimasukkan ke dalam official website G20.

Baca juga:  Konser Amal untuk Ibu Pertiwi

“Terkait G20, kami juga memberikan tawaran paket-paket yang sudah disusun bersama DTW, biro perjalanan wisata dan stakeholders terkait. Paket ini sudah dimasukkan ke dalam official website G20. Ini sedikit berbeda dengan ketika IMF World Bank, karena untuk G20, merupakan Presidensi Indonesia, sehingga diberikan akses untuk masuk ke official mereka,” paparnya saat mendampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Sandiaga Uno di Ubud, Sabtu (18/12).

Baca juga:  Menparekraf Sebut Ada Tiga Bisnis Dibutuhkan di Masa Depan

Sementara itu, Sandiaga menyampaikan, pada penyiapan acara G20 ini pihaknya akan melihat skala acara. Jika tidak terlalu besar atau jumlah pesertanya tidak banyak, kegiatan akan diarahkan ke Ubud, Sanur, ke Bali Utara, Gianyar, Buleleng, Karangasem sampai Klungkung.

Begitu juga untuk event yang berkaitan dengan sustainability, bisa diarahkan ke wilayah Jembrana, Tabanan, dan Bangli. “Itu yang tadi sudah diputuskan, dan akan dikoordinasikan dengan Wagub (Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati) serta para pelaku pariwisata di Bali. Kira-kira mana yang paling cocok dan ini sedang kita data,” ucapnya.

Baca juga:  Menparekraf Sebut Minat Wisman ke Bali Tinggi

Untuk bisa memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada para delegasi, diharapkan pelaku pariwisata Bali sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Tak hanya itu, juga diharapkan agar sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. “Venue-venue itu harus sudah mendapatkan CHSE maupun juga terintegrasi PeduliLindungi,” harapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN