Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana yang sumbernya dari APBD induk sudah rampung 100 persen. Hanya saja, dari beberapa paket pekerjaan khususnya di saluran irigasi, dinas memberikan catatan dan evaluasi untuk paket pekerjaan di APBD Perubahan ini.

Evaluasi itu berkaitan dengan masih adanya satu pekerjaan yang mengalami keterlambatan pengerjaan dari tenggang waktu yang diberikan. Sehingga, pihak rekanan pelaksana kegiatan, dikenakan denda pinalti selama waktu keterlambatan.

Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, dikonfirmasi mengatakan hanya ada satu paket yang mengalami keterlambatan pengerjaan, sehingga saat masih dalam proses pembayaran. Satu proyek yang terlambat itu menurutnya pekerjaan saluran irigasi di Subak Tegalgintungan, Mendoyo.

Baca juga:  Warga Keluhkan Debu Bertebaran dan Material Proyek Jalan Bangli-Nongan

‘Keterlambatan karena ada salah persepsi dari rekanan yang menganggap pekerjaan sudah selesai. Tetapi saat dihitung menjelang PHO, ternyata masih ada kekurangan panjang pekerjaan saluran irigasi sepanjang 3 meter,” terang Sudiarta.

Sehingga rekanan diwajibkan menambah lagi kekurangan volume tersebut. Meskipun demikian, Dinas tetap menerapkan ketentuan denda selama 17 hari atau selama kelebihan waktu pengerjaan.

Khusus di irigasi, hanya satu yang mengalami keterlambatan. Pengerjaan Saluran Irigasi Tegalgintungan II yang mengalami keterlambatan ini dikerjakan PT Bangun Raya Nusatama Inti dari Gianyar dengan nilai kontrak Rp 892.987.173,53. Turun dari nilai pagu Rp 1.489.401.246,00.

Baca juga:  Telkom Peduli Serahkan Bantuan APD ke RSUP Sanglah

Sedangkan untuk di APBD Perubahan ini, khusus pekerjaan fisik di Dinas PUPRPKP Jembrana, menurutnya ada empat pekerjaan pemeliharaan jalan kabupaten. Dipastikan pada Senin (16/11) sudah semuanya selesai kontrak.

Selain itu, juga ada sejumlah pekerjaan penunjukan langsung yang nilainya di bawah Rp 200 juta. Diharapkan target pada 15 Desember, seluruh pekerjaan fisik bisa selesai semua.

“Ada pekerjaan karena banyak di akhir tahun, kita berikan waktu sampai 20 Desember,” tambah dia.

Baca juga:  Menteri Risma Menyayangkan, Puluhan Ribu KPM di Bali Belum Terima Dana Bansos 

Jenis pekerjaan fisik yang dikerjakan di antaranya, rehab gedung laboratorium, pemeliharaan jalan, rehab jembatan dan rehab jaringan irigasi. Khusus untuk rehab jembatan menurutnya tersebar di lima kecamatan.

Pengerjaan ini bukan termasuk jembatan Nusamara yang belum lama ini putus diterjang banjir. Untuk pengerjaan jembatan Nusamara akan menggunakan anggaran dari Dana Tak Terduga (kebencanaan). Saat ini masih proses pembuatan desain dan RAB. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN