Ida Bagus Gede Ganaputra Karang. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kades Dangin Puri Kauh, Denut, Ida Bagus Gede Ganaputra Karang, sejatinya adalah mantan pembalap drag mobil yang biasa dikenal dengan drag race. Hobi dan kegemarannya itu dia wujudkan dan terjun langsung dalam balapan drag race sekitar tahun 1998 silam.

“Saya pertama kali ikut balapan drag race menunggang VW Kodok di Jalan Gatsu Barat,” kenang pria kelahiran Denpasar, 18 Februari 1981 ini.

Ia mengaku, penghobi drag race di Bali susah disalurkan karena terganjal faktor fasilitas jalan. Ganaputra pun kembali ikut lomba drag race di Jalan Sunset Road pada 1999. “Sayangnya lomba ini batal digelar, padahal pesertanya cukup banyak,” jelas suami dr. Ida Ayu Indira Mandini Manuaba, Sp. OG ini.

Meskipun drag race jarang dilombakan, kegemarannya berlatih drag race tetap dilanjutkan dengan berlatih di Jalan Sunset Road. “Namun lagi-lagi kejuaraan drag race sangat langka di Pulau Dewata ini,” ungkap ayah dua anak ini.

Akibatnya, hobi Ganaputra bukan lagi drag race tetapi beralih ke reli wisata. “Saya sempat ikut lomba reli wisata,” terang Ganaputra yang kini menjabat Humas KONI Bali ini.

Selanjutnya, Ganaputra memutuskan tak lagi menekuni reli wisata tetapi beralih ke kontes modifikasi. “Sebenarnya dunia saya ini hanya berkutat pada otomotif,” ucapnya.

Ia pun menggelar kontes modifikasi pertama kali di Mall Bali Galeria. “Saya pertama kali menghelat kontes modifikasi se-Bali, dan pesertanya membludak mencapai 100 kontestan lebih,” jelasnya.

Sukses menggelar event pertama, dia kembali menyelenggarakan kontes modifikasi dan pesertanya dari luar Bali, di Jalan Kartika Plaza, Kuta, pada akhir 2002. Celakanya, sebelum hajatan digelar terjadilah bom Bali pertama. Kendati demikian acara tetap diadakan.

Ganaputra makin mendalami dunia modifikasi mobil. Ia pun mengikuti Pembinaan Teknis (Bintek) di Malaysia, Singapura dan Thailand.

Ia pun dipercaya menjadi juri di Kuala Lumpur dan Johor Baru (Malaysia) kemudian keliling kota di DKI, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang dan Makassar. “Sampai sekarang pun saya tetap menjadi juri kontes modifikasi mobil,” jelas pria asal Geria Tampakgangsul ini.

Mantan Kadus Tampakgangsul ini didesak tokoh masyarakat untuk maju dalam Pilkades, tahun lalu. Alhasil, dirinya unggul dibandingkan pesaingnya. Ia pun dilantik menjadi Kades Dangin Puri Kauh, masa bakti 2019-2025.

Ia memimpin warganya 1.724 KK, dan diantaranya 107 KK masuk kategori Rumah Tangga Miskin (RTM), yang kini disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Saya bertekad mengentaskan kemiskinan warga desa,” ungkapnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN