Petugas berusaha memadamkan api di TPA Bengkala. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, masih menyisakan titik-titik api. Meski kobaran api mulai mereda, potensi munculnya api kembali masih terjadi akibat gas metana di dalam tumpukan sampah, terutama saat cuaca panas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng terus melakukan upaya penyekatan untuk mencegah api meluas, khususnya ke arah permukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran.

Kepala DLH Buleleng, Gede Putra Aryana, dihubungi Minggu (8/11) mengatakan, penanganan kebakaran telah dilakukan sejak sehari sebelumnya dengan mengerahkan lebih dari 10 tangki air. Bahkan, saat ini empat tangki air masih disiagakan di lokasi untuk membantu proses penyiraman dan penyekatan.

Baca juga:  Gubernur Koster Resmi Berlakukan Penggunaan Pakaian Endek Bali

Menurutnya, titik-titik api masih bermunculan karena adanya gas metana yang terperangkap di dalam tumpukan sampah. Gas tersebut berpotensi memicu kebakaran ketika suhu meningkat akibat terik matahari.

“Masih saja ada titik-titik apinya karena gas metannya itu. Produksi sampah juga terus berlangsung setiap saat,” ujarnya.

Aryana menjelaskan, area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hingga 20 are. Lokasinya berada di bagian tebing sebelah barat atau kauh, yang relatif dekat dengan permukiman warga.

Untuk mencegah api merembet, petugas melakukan penyekatan secara manual dengan penyiraman air. Namun, upaya mengendalikan asap yang masih mengepul dari tumpukan sampah diakui belum bisa dilakukan secara maksimal.

Baca juga:  Pengungsi di Tejakula Dihibur Joged Bungbung

Pihaknya juga belum berani mengerahkan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah yang menjadi sumber api. Pasalnya, sumber panas berada di bagian dalam tumpukan sampah sehingga dikhawatirkan menimbulkan risiko terhadap alat berat yang beroperasi di lokasi.

“Kami upayakan penyekatan agar api tidak meluas. Kalau untuk mencegah asap keluar, itu yang belum bisa kami lakukan secara maksimal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Buleleng, Gede Arya Suardana, mengatakan, proses pemadaman utama telah dilakukan. Namun, pihaknya belum menyatakan penanganan sepenuhnya tuntas.

Baca juga:  Polsek Blahbatuh Pantau Program MBG di Desa Keramas

Menurutnya, kebakaran di TPA Bengkala menyerupai fenomena api dalam sekam. Gas metana dari sampah organik menjadi salah satu faktor yang diduga memicu munculnya api di dalam tumpukan sampah.

“Apinya sudah reda, tetapi kemungkinan muncul kembali masih ada, terutama kalau cuacanya terus panas. Karena itu, kami tetap standby,” katanya.

Ia memastikan petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi apabila muncul kembali kobaran api yang lebih besar. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penanganan di lokasi.

“Petugas bersiaga untuk mengantisipasi apabila muncul kembali kobaran api yang lebih besar,” imbuhnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN