Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali bekerja sama dengan Universitas Primakara melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada Juli–September 2024. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali bekerja sama dengan Universitas Primakara melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada Juli–September 2024. Kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Pemberdayaan Kelompok PKK Banjar Binoh Kaja melalui Pelatihan dan Bimbingan Berkelanjutan mengenai Tata Laksana Keadaan Gawat Darurat Anak Pre-Hospital.’

Ketua pelaksana PkM, Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini, S.Kep., Ns., MNS, bersama anggota Ns. I Wayan Edi Sanjana, S.Kep., M.Kep. dan Ida
Bagus Ardhi Putra, S.Kom., M.Pd., mengungkapkan kolaborasi antara ITEKES Bali, Universitas Primakara, dan masyarakat Banjar Binoh Kaja diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan anak.

Untuk itu Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) atas dukungan pendanaan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) Tahun Pelaksanaan 2024.

Baca juga:  Pembunuh Sri Widayu Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Inca Buntari mengungkapkan anak merupakan generasi penerus bangsa yang memerlukan perlindungan, termasuk ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pada situasi darurat, pertolongan awal yang diberikan sebelum pasien mendapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kondisi semakin memburuk.

Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan serta memberikan pertolongan awal yang tepat sesuai dengan kompetensinya. Melalui kegiatan ini, kelompok PKK Banjar Binoh Kaja diberdayakan agar memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi gawatdarurat pada anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Baca juga:  Bertambah Lagi, Korban Meninggal Kompor Jenazah Meledak di Blahbatuh

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) .

Diungkapkan, pelatihan mengunakan media AI dan bimbingan berkelanjutan yang menggabungkan penyuluhan, demonstrasi, simulasi, serta praktik langsung. Pada tahap awal, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai tata laksana awal kondisi gawat darurat pada anak dengan menggunakan video animasi berbasis Artificial Intelligence (AI) agar materi lebih mudah dipahami dan menarik.

Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari.

Materi pelatihan mencakup pengenalan tanda dan gejala kondisi kritis pada anak, prinsip pertolongan pertama, teknik resusitasi, penanganan awal trauma, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan pertolongan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga:  Lakukan Lawatan ke AS, Lembaga Internasional Doakan Koster Terpilih Kembali Jadi Gubernur Bali

Inca Buntari menambahkan para dosen dibantu mahasiswa I Nyoman Trisna
Oka Putra dan Ni Wayan Riska Sagita melakukan pelatihan dan pendampingan
melalui WhatsApp Group yang memungkinkan tim tetap berkomunikasi dengan peserta. Kegiatan yang diikuti 140 anggota Kelompok PKK “Mawar” Banjar Binoh Kaja langsung mendapatkan dukungan dari Kepala Dusun Binoh Kaja, I Wayan Roni Antara, S.S., dan Ketua Kelompok PKK, Ni Luh Widyasari.

Peserta mengakui banyak mendapat nilai manfaat dari kegiatan ini . Dukungan dari unsur masyarakat tersebut .menurut Inca Buntari menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program melalui pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi, pelatihan keterampilan, simulasi, dan pendampingan. (Adv/balipost)

BAGIKAN