
GIANYAR, BALIPOST.com – Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba digelar di Wantilan Pura Dalem Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Sabtu (24/10) malam.
Acara kolaborasi kemitraan antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Komisi III DPR RI ini mengusung tema “Generasi Muda Desa Adat di Era Digital: Antara Mobilitas Sosial, Lifestyle dan Risiko Keterpaparan Narkoba”.
Kapolres Gianyar AKBP James I.S. Rajagukguk, mendampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce, menghadiri kegiatan ini.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah edukasi sekaligus penguatan sinergi lintas sektor dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Selain Kapolda Bali dan Kapolres Gianyar, sarasehan tersebut turut dihadiri Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol. Asep Saefudin, Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta, Plt. Kepala BNN Provinsi Bali Kombes Pol. Stevy Frits Pattiasina, serta jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat, dan pelajar se-Kabupaten Gianyar.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilaksanakan pula peluncuran resmi tiga lagu bertema antinarkoba, yaitu “Lingkar Derita” karya Mercy Band, “Iblis Berjubah Dewa” karya Bhurswah, serta “Ejohin Narkoba” karya Ngurah Adi. Pendekatan seni dan musik ini dihadirkan sebagai media kreatif agar pesan edukasi bahaya narkoba lebih mudah diterima dan diresapi oleh kalangan muda.
Parta dalam kesempatan itu secara khusus menyoroti beberapa pencapaian dan realita penanganan kasus narkotika di Bali, di antaranya keberhasilan aparat penegak hukum dalam menggagalkan penyelundupan kapal bermuatan narkoba yang membawa barang haram lebih dari 1 ton.
Capaian jajaran Polda Bali yang berhasil mengamankan 116 kasus peredaran narkoba hanya dalam waktu 16 hari pada bulan Juni 2026. Tingginya angka warga binaan kasus narkotika di Bali yang mencapai 3.301 orang (termasuk narapidana perempuan), yang mendominasi jumlah penghuni lapas dan rutan di seluruh wilayah Bali.
Guna menekan angka keterpaparan narkoba, Parta menyambut baik inisiatif sosialisasi berbasis kemasyarakatan, salah satunya melalui pemanfaatan lagu antinarkoba dan musik remix yang akan dijadikan pengiring senam bagi ibu-ibu PKK serta disosialisasikan ke sekolah-sekolah di seluruh Bali.
Langkah ini diharapkan dapat memicu gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat agar tidak sepenuhnya menggantungkan penanganan narkoba kepada aparat penegak hukum, melainkan turut aktif menjaga lingkungan masing-masing demi menjaga stabilitas keamanan serta citra pariwisata Bali. (Wirnaya/balipost)










