Sejumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai. Rute baru TransNusa Melbourne–Bali diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wisatawan asal Australia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Hingga akhir September, jumlah kunjungan wisatawan asal Negeri Kanguru itu mencapai 1,3 juta orang atau sekitar 25 persen dari total kedatangan wisatawan asing.

Terkait upaya peningkatan kunjungan wisatawan Australia, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengapresiasi pembukaan rute penerbangan Melbourne oleh TransNusa. Menurutnya, rute ini memiliki potensi besar untuk memperkuat konektivitas Bali dengan Australia sekaligus mendukung sektor pariwisata.

“Bertambahnya maskapai yang melayani rute Melbourne dari Bali ini juga diharapkan akan menambah jumlah kunjungan wisatawan asal Australia ke Bali. Hingga akhir September, tercatat wisatawan Australia menempati urutan pertama jumlah kunjungan ke Bali, mencapai 1,3 juta wisatawan atau mencakup hingga 25% dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali,” ujar Nugroho Jati pada Rabu (21/10).

Baca juga:  Bandara Ngurah Rai Prediksi Layani 507.076 Penumpang Saat Idul Adha

Melbourne menjadi salah satu pasar penerbangan internasional yang potensial bagi Bali. Rute tersebut masuk dalam lima besar rute internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan rata-rata jumlah penumpang dan tingkat keterisian kursi (load factor) tertinggi.

Saat ini, penerbangan rute Melbourne dilayani tujuh maskapai yakni Jetstar, Virgin Australia, Garuda Indonesia, Batik Air Malaysia, Qantas, Indonesia AirAsia, dan TransNusa. Kehadiran TransNusa memberikan tambahan pilihan penerbangan bagi masyarakat Australia yang ingin berlibur ke Bali maupun wisatawan dari Bali yang hendak bepergian ke Melbourne.

Baca juga:  Pecah Kepadatan Wisatawan, Festival Penglipuran Difokuskan di Tugu Pahlawan

Rute Melbourne juga memperluas jaringan internasional TransNusa di Bali. Sebelumnya, maskapai tersebut telah melayani penerbangan dari Bali menuju Perth, Singapura, Guangzhou, dan Phuket. “Melalui dioperasikannya rute Melbourne oleh TransNusa tersebut, konektivitas antara Bali dan Melbourne semakin bertambah, serta menambah pilihan masyarakat untuk terhubung dengan kedua destinasi,” katanya.

Hingga akhir September, Bandara Ngurah Rai melayani 63 rute penerbangan yang dioperasikan 50 maskapai. Jaringan tersebut terdiri atas 22 rute domestik dan 41 rute internasional yang menghubungkan Bali dengan 16 negara.

Baca juga:  Perkara Narkotika Dominasi Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Gianyar

“Kami berharap terbukanya rute ini dapat semakin mempermudah akses antar destinasi dan menambah opsi perjalanan ke Australia bagi pengguna jasa bandara, khususnya di Pulau Bali,” jelasnya.

Pengelola bandara berkomitmen memperluas konektivitas penerbangan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan pariwisata Bali, termasuk dari pasar utama seperti Australia. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN